2.149 karyawan PT.T.J.E, belum dibayar Gaji  Gelar Aksi Demo.

Kayuagung,Surya Post

Ribuan karyawan PT Truba Jaya Engginering, subkontraktror PT OKI Pulp and Paper yang berlokasi di Kecamatan Air Sugihan,kabupaten Ogan Komring Ilir (OKI) melakukan aksi demo di perusahaan tempat mereka berkerja.Dalam akssi massa tersebut menuntut pihak manajemen perusahaan membayar gaji yang belum dibayarkan hingga saat ini.Pacahnya demo yang dilancarkan oleh para Karyawan PT Truba akbiat dari pihak perusahaan sendiri tidak menepati janjinya,padahal sebelumnya pihak manajemen PT Truba yang merupakan kontraktor pembangunan Pabrik Kertas di Air Sugihan OKI ini berjanji akan membayar gaji pada 25 Juni lalu. Namun hingga Selasa (3/7), janji manajemen tak kunjung terealisasi.

“Kami jenuh dengan janji-janji manajemen yang selalu diingkari. Memang gaji yang belum dibayar hanya 1 bulan yakni bulan Juni 2018, tapi mereka selalu janji palsu. Padahal di agreement pertama kerja tertulis penggajian paling lambat tanggal 30 dibayar, sekarang sudah tanggal 3,” cetus salah satu karyawan yang meminta namanya tidak dituliskan.Selain itu juga para pendemo dari Karya PT.Trub Jaya Engginering menjelaskan pada waratawn di lapangan,bahwa ada 2.149 orang karyawan PT Truba Jaya Engginering,dengan bervariasi besar kecil kajinya belum dibayar semunya ikut demo.

“Gaji kami bervariasi antara Rp 7 juta – 15 juta perbulan. Ada beberapa karyawan yang sudah digaji, tapi banyak pemotongan dan tidak jelas pemotongan apa,” tandasnya.Selain itu pada selah Demo seorang Karyawan juga menegaskan, jika manajemen tidak merealisasikan pembayaran gaji terhadap ribuan karyawan ini, maka massa akan melakukan hal anarkis dengan merusak kantor dan seluruh asset perusahaan.“Kalau memang tidak ada solusi dari pihak perusahaan, maka kami berharap kepada pemerintah daerah untuk turun ke lapangan dan memberi sanksi kepada PT Truba Jaya ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Manajemen PT Truba Jaya Engginering belum berhasil dikonfirmasi. Sementara Kepala Disnakertrans OKI, Tohir Yanto SSos mengaku belum mendapatkan informasi, terkait aksi demo yang dipicu oleh belum dibayarkannya gaji karyawan. “Akan segara kita kroscek ke lapangan,” singkatnya.(Sp-net)