60 Pegawai BPPD Kota Palembang Terbukti Memalsukan Data Absensi

Foto : Sripoku.com

Palembang,Surya Post

Ketua PBSI Kota Palembang,telah melakukan sidak ke BPPD, dan memberikan sanksi ke pegawai yang terbukti melakukan manipulasi memalsukan data absensi.”Langsung kita berikan peringatan pertama (SP 1) yang ketauan memanipulasi data absensi,”Hal ini diungkapkan oleh Sekda Kota Palembang Ratu Dewa,modus pegawai memanipulasi data absensi ini mulai dua sampai 6 kali, bahkan ada yang bisa titip absen, meski absensi sudah menggunakan sistem pinger print.

“Absen pagi titip dengan teman, nanti absen lagi dan modus ini bisa dilakukan dengan menggunakan jari teman (pegawai lainnya),” kata dia.Terdapat ada 60 orang pegawai Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) kota Palembang telah terbukti memalsukan data absensi,hal ini terungkap dari hasil laporan data absensi ke Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang pada evalusi 2019 lalu dan ditemukan hasil printout absensi yang digandakan.Kasus tersebut setelah dicek paling banyak terjadi di BPPD yang sampai 60 orang PNSD dan non PNSD.

Selain itu juga dikatakan Ratu Dewa,dari beberapa alasan yang dikemukakan pegawai, diketahui bahwa titip absen ini dilakukan untuk menghindari telat absen, karena jika telat dari jadwal masuk 07.30 WIB, maka TPP langsung dipotong.”Kalau pukul 07.30 datang absen, kalau ada dinas keluar kota juga jelas ada surat tugas yang diketahui atasan,”kata diaApalagi, lanjut Dewa semua pegawai ini sudah diberikan Tunjangan kinerja (Tukin), bahkan untuk BPPD itu ada tambahan lagi dari hasil tagih (pajak), dan termasuk OPD yang masuk zona integritas, serta memiliki kewajiban memberikan kinerja maksimal, agar capaian pajak daerah dapat optimal.

“Hasil data ini, selain diberikan SP 1, kemudian di rekomendasi ke BKPSDM untuk ditindak lanjut serta evalusi selama 1 bulan kedepan,” kata dia.Kalau masih mengulangi, Dewa akan melakukan mutasi ke tempat yang jauh (kalau pulang ke Sematang Borang kita Mutasi ke Gandus, intinya biar jadi pelajaran, sedangkan bagi non PNSD kita putus kontrak.(Sp-Net)