60 Persen Penduduk Muratara Terancam Bencana Banjir dan Longsor

Saat Banjir Sungai Rupit Muratara (Photo.Net)

Muratara,Surya Post

Pemerintah Daerah Kabupaten Muratara pada saat ini telah memprogramkan,dalam meningkuatkan pembangunan dibidang infrastruktur.Sedangkan pembangunan dibidang kawasan permungkiman penduduk dalam wilayah Kabupaten Muratara,saat in belum menjadi mpriotitas dalam penggerak pembangan selama tahun 2019.Meningat hampir 60 persen lebih masyarakat di wilayah Kabupaten Muratara, masih berdomisili di sepanjang aliran sungai Rupit dan Rawas.Sehingga mereka ini setiap saat menjadi ancaman bencana banjir dan longsor, Karena lokasi yang merika diami yang sempit tak beraturan dan rata-rata tidak layak untuk kesehatan, masih sangat mendominasi.

Hal ini dikatakan seorang warga kecamatan Rupit Rusdi (55) saat dihubungi  mengatakan, masih banyak lahan di Muratara yang terlihat sepi.Dimana lahan-lahan tersebut  belum dimanfaatkan dengan maksimal,dulu kata Rudi,ada program pemerintah untuk membangun kawasan hunian penduduk,namun program tersebut tidakmencul muncul sampai sekarang. “Warga dulu di minta pemerintah pindah lokasi, dari daerah sepanjang aliran sungai pindah ke arah jalan Lintas Sumatera. Supaya warga tidak selalu menjadi korban kebanjiran dan lebih mudah dijangkau. Dulu masyarakat di kasih lahan untuk bikin rumah di dekat jalan lintas, tapi sekarang sudah tidak ada lagi program itu,” katanya, kemarin (27/11).

Selain itu dikatakannya kawasan permukiman di Muratara perlu di tata dan program pembangunan hunian penduduk di adakan kembali. Sehingga tingkat kemajuan dan percepatan pembangunan daerah, lebih menyentuh ke masyarakat. “Sepanjang jalan lintas masih banyak lahan kosong. Wong dari luar masuk ke Muratara pasti ngomong hutan itulah. Kalau masyarakat tidak di libatkan membangun daerah, tentunya Muratara lamban majunya dari daerah lain,” bebernya.Di program pembangunan hunian sebelumnya, setiap warga di berikan satu kaplingan tanah. Dengan syarat, harus segera di bangun. Dan lahan yang diberikan itu memang khusus untuk pembangunan hunian.

“Kalau biso program kawasan hunian itu diadakan lagi, suapya banyak warga yang ikut membangun khususnya di sekitar jalan lintas sumatera. Rata rata perumahan warga yang berada di tepi lintas saat ini, hasil program kawasan hunian tempo dulu,” timpalnya.Lain lagi menurut keterangan Kepala Dinas Permukiman Muratara H Alfirmansyah Karim pada wartawan setempat, saat ini Pemerintah Daerah masih fokus pada pembangunan infrastruktur dasar,karena kabupaten Muratara merupakan daerah baru berkembang.Jadi setiap daerah baru berkembang  tentunya lebih banyak memiliki kekurangan, jika dibanding dengan wilayah kabubaten tetangga yang sudha lama berdiri.“Untuk pembangunan kawasan permukiman kita memang belum melakukan secara maksimal. Karena kita masih terfokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Untuk pembangunan perumahan, jalan, permukiman, perairan kita sesuaikan dengan sekala prioritas,” bebernya.

Dia mengungkapkan, untuk pembangunan perumahan dan kawasan hunian harus mengacu pada RT/RW, dan tidak boleh mengeyampingkan kondisi yang ada. Pihaknya mengaku sudah menggandeng ITB untuk melakukan pemetaan khusus kawasan hunian di Muratara.“Kendala kita saat ini, kita belum memiliki lahan untuk melakukan pembangunan hunian seperti perumahan pegawai dan lainnya,” timpalnya. Namun pihaknya menegaskan, seiring waktu tentunya pembangunan hunian itu akan meningkat menjadi sekala prioritas khsusnya di wilayah Muratara.“Pemerintah selesaikan dulu secara bertahap, setelah infrastruktur dasar jalan, jembatan, air bersih, jaringan listrik nanti pasti akan meningkat ke kawasan hunian,” tutupnya.(Red-Net)