Ada Pungli di Dermaga Pengumbuk -Rantau Bayur

Banyuasin,Surya Post

Sebuah Dharmaga kecil di Desa Pengumbuk sebagai tempat kendaraan farkir dan penyemberangan, dari Desa Pengumbuk menyebrang ke desa Rantau Bayur Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.Rupanya dharmaga tesebut dihari libur pada hari raya Idul Fitri sangat ramai,karena itu oleh oknum-oknum setempat dimanfaatkannya untuk mencari keduit.Sehingga setiap kanderaan roda empat dikienkan retribusi sebesar Rp.10 ribu yang berlogo Pemkab Banyuasin.

Karena tidak ada pengawasan dari petugas Dinas Perhubungan Banyuasin yang mengawasi, sehingga fratek pungutan liar tersebut (pungli} semakin bertibdak semaunya.“Saya hanya menurunkan barang sebentar dan tidak parkir, lalu disodorkan karcis parkir mobil dengan dipinta uang Rp.10 ribu,”keluh ini disampaikan Henson warga Rantau Bayur kepada wartawan setempat.Ia mempertanyakan legalitas retribusi yang ditarik oleh oknum masyarakat tersebut. Padahal kendaraan posisi hanya berhenti dan tidak parkir tapi tetap diberikan karcis berlogo Pemkab Banyuasin.

“Si oknum kalau tidak dikasih uang mukanya terlihat seperti marah. Saya berharap pihak instansi terkait memberikan tindakan tegas terhadap oknum masyarakat tersebut,”harapnya.Sementara Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Anthony Liando menegaskan jika retribusi parkir yang ditarik kepada setiap kendaraan Itu bukan dipungut oleh petugasnya. Dan dari pihaknya tidak ada yang memungut retribusi apapun disana.(Red/Net)