Agung Laksono: Calon Wakil Presiden “Harga Mati” Golkar

… sekarang Pak Jokowi sudah jauh lebih baik dari 2014. Wajar dong kalau dapat posisi, masa’ kami tidak dapat apa-apa…

Jakarta ,Surya Post

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, menegaskan, penunjukan calon wakil presiden bagi Jokowi dari Golkar dapat dikatakan sebagai “harga mati” yang ditawarkan Partai Golkar.”Ya paling tidak seperti itu (cawapres harga mati Golkar),” ujar dia, di sela acara Rakernas Partai Golkar , di Jakarta, Jumat.Dia mengatakan, Partai Golkar telah menyatakan dukungannya bagi Jokowi di Pemilu 2019 meskipun Jokowi bukan kader Partai Golkar. Menurut dia, agar dukungan Partai Golkar semakin kuat maka harus dipertimbangkan calon wakil presiden dari Partai Golkar.

Wakil presiden saat ini, Jusuf Kalla, adalah kader Partai Golkar.”Itu menjadi catatan kami. Tentu harus dilihat elektabilitas, rekam jejak, tidak pernah terlibat kasus dan dapat diterima berbagai kalangan, millenial, beragama,” kata Laksono.Dia mengatakan, jika sosok calon wakil presidennya Jokowi nanti bukanlah sosok yang dikenal Partai Golkar, maka akan menimbulkan tanda tanya terhadap soliditas dukungan Partai Golkar nanti.

“Ini yang perlu dibahas parpol koalisi, supaya dalam koalisi jangan ada monopoli suatu partai, harus berbagi-bagi. Kalau enggak, ya lo makan aja sendiri. Jangan sampai begitu,” kata dia.Dia menilai Jokowi memiliki modal politik kuat, tingkat kepuasan masyarakat terhadapnya dan popularitasnya tinggi, tinggal meningkatkan elektabilitas.Menurut dia, jika pada akhirnya calon wakil presidennya Jokowi bukanlah kader Partai Golkar, “Kalau tidak seperti itu (cawapres dari Golkar), jangan juga kemudian menyakiti perasaan kami. Bisa profesional (cawapres dari unsur profesional) atau penambahan (kursi Golkar) di kabinet.”

“Golkar dari awal dukung Jokowi, bukan omdo (omong doang). Kami bentuk kelompok-kelompok masyarakat. Sehingga sekarang Pak Jokowi sudah jauh lebih baik dari 2014. Wajar dong kalau dapat posisi, masa’ kami tidak dapat apa-apa,” kata dia.
Menurut dia, hal ini merupakan konsekuensi logis dari dukungan yang diberikan Golkar.(antaranews)