Air Sumur Warga Tercemar Limbah

Banyuasin,Surya Post

Hampir seluruh sumur milik warga dalam wilayah kelurahaan Sukomoro,Kecamatan Talamng Kelapa Kabupaten Banyuasin sumsel.Sejak enam bulan terahir ini,telah tercemar limba sehingga dari dari airnya putih bening telah beribah menjadi warna hitam.Dimana selama ini sumur milak warga tersebut mrupakan kepentingan hidup berpuluhan tahun,diantaranya keperluan seperti MCK.sekarang berubah selain beruba warna dari bening bbersih menjadi hitam serta menyebarkan bau,bilama mana digunakan untuki madi menyebarkan dikulit menjadi gatal -gatal.Menurut informasi yang sampaikan wito pada wartawan MN,bahwa tercemarnya sumur milik warga dalam desa Sukomoro tersebut limbah dari perusahaan PT Mayora, yang membuang limbah cair di aliran anak sungai gasing yang.

Bukan itu saja sumber mengatakan bahkan akibat limbah dari mperusahaan tersebut mengakibatkan ribuan bibit ikan mati, ucap Wito kepada wartawan.Untuk dikatahui sungai gasing tersebut membelah tempat permukiman masyarakat disini,dampak air yang tercemar limbah itu, air sumur milik warga yang berada disepanjang aliran anak sungai gasing saat ini tidak dapat dimanfaatkan lagi.Kalau dulu sebelum Pt. Mayora itu beroperasi aliran anak sungai gasing ini airnya jernih, bahkan warga yang dumisilinya disepanjang aliran anak sungai itu mandi dan mencucinya menggunakan air itu, sambung Feri.

Feri menambahkan, sekira 4-6 bulan terakhir air dialiran anak sungai gasing berubah warga menjadi hitam pekat ditambah berbau menyengat, jika kita pakai mandi dikulit mulai terasa gatal dan air limbah itu meresap masuk ke sumur-sumur masyarakat.Bagi warga yang air sumur dan tempat usaha kolam ikan yang terkena dampak air limbah itu sudah melaporkan kepada Lurah termasuk kepada camat, tetapi justru dikatakan bahwa air limbah dari Pt Mayora itu tidak berbahaya dan dalam ambang mutu yang baik, katanya.

Untuk hasil sidak dari Dinas Lingkungan Hidup (Dlh) pemkab Banyuasin yang turun langsung kelokasi kemarin yang dipimpin oleh Abad Kurip belum dapat diketahui, karena usai lakukan sidak nomor ponselnya tidak lagi dapat dihubungi, termasuk bagi pengelola dari Pt. Mayora yang diduga buang limbah cair kealiran anak sungai gasing belum dapat diminta konfirmasinya.(Sp-net))