Aksi Penghadangan Truk Di Jalinsum Sangat Meresahkan

Rantauprapat,Surya Post

Rekaman video amatir yang menunjukkan sejumlah anak remaja menghalangi kendaraan bermotor pengangkut barang atau truk di ruas jalan lintas Sumatera di kawasan daerah Labuhanbatu Raya sangat berbahaya dan meresahkan para pengguna jalan.Penghadangan ini juga memicu kemacetan arus lalu lintas di kawasan jalan lintas Sumatera atau Jalinsum. Mereka bergerombol di beberapa tempat untuk menghalangi truk yang melintas.”Segerombolan anak-anak liar berulah mengganggu dan menyetop pengguna jalan khususnya truk-truk besar. Tapi ternyata mereka takut. Kocar-kacir saat sang supir mengamuk karena ulah mereka,” demikian seperti dikutip dari sebuah akun media sosial Diana Binti Paidi, Senin (21/1) malam.

Ia juga menyebarkan bukti rekaman video amatir aksi nekat anak remaja di grup Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Raya. Rekaman berdurasi 2,5 menit menunjukkan penghadangan di Jalinsum, Pinang Lombang, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan NA X-XI, Kabupaten Labuhanbatu Utara.Penghadangan itu menyebabkan kemacetan arus lalu lintas hingga mendapat perlawanan dari sopir kendaraan bermotor tersebut. Ia juga menanyakan alasan aksi nekat tersebut. Menurut dia aksi penghadangan itu dapat membahayakan pengguna jalan. “Kamu tahu gak, ulah kamu ini membahayakan pengguna jalan, bahaya loh, kalau rem mendadak bisa terjadi tabrakan beruntun, ujar Diana Binti Paidi kepada seorang remaja berjaket merah.

Aksi nekat serupa juga terjadi di Jalinsum Aek Nabara, Sigambal, Aek Riung (Hoklie), Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu dan Jalinsum Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.Menurut laporan warga, penghadangan itu sangat meresahkan pengguna jalan. Mereka mendukung upaya aparat kepolisian dan elemen masyarakat segera menertibkan aksi itu untuk keselamatan pengguna jalan.Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang ketika dihubungi belum dapat memberikan komentar. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat terkait motif aksi nekat penghadangan truk itu belum dibalas.(Antaranews Sumut)