Alarm Gagalkan Ferry Fadli Bobol Rumah Kosong

Palembang, Surya Post

Ferry Fadl (29) bersama kedua rekannya memanfaatkan momen lebaran untuk membobol rumah kosong yang sedang ditinggal mudik oleh pemiliknya ke kampung halaman, Sabtu (16/6) pukul 13.00 WIB.Namun aksinya di Jalan PDAM, Lorong Mandi Api, Perum Griya Kaffah, Kecamatan Bukit Lama, Palembang tersebut, diketahui pemilik rumah dari alarm yang terkoneksi ke ponselnya. Korban lalu meminta bantuan warga, yang bergerak cepat meringkus pelaku saat hendak melarikan diri. Sedangkan dua komplotannya yang lain, berhasil kabur.

Tersangka Fadli mengaku, sebelum melakukan pencurian dia bersama temannya terlebih dahulu berkeliling untuk mencari sasaran. Saat yakin bahwa rumah sasarannya kosong, baru mereka beraksi.“Kami masuk dari jendela belakang rumah, dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis kecil,” ujar warga Jalan Syakyakirti, Lorong Kakap, Kelurahan Karang Anyar, Gandus Palembang ini saat diamankan di Polsek IB I, Selasa (19/6).Usai mencongkel jendela, tersangka bersama satu temannya masuk ke dalam rumah untuk menggasak barang-barang berharga. Sementara satu orang lainnya, mengamati situasi di luar rumah.

“Saya ambil HP tiga, lalu langsung lari. Pas mau lari, dua teman saya sudah duluan naik motor kabur saya ketinggalan. Dikepung warga saya ditangkap,” ujar bapak empat orang anak ini.Kapolsek IB I Kompol Masnoni didampingi Kanit Reskrim Iptu Azwan menuturkan, rumah yang dibobol saat sedang ditinggal pemiliknya mudik lebaran.Korban mengetahui ada pencuri di rumahnya, dari pemberitahuan yang terkoneksi dengan aplikasi alarm sunyi di ponselnya saat pelaku mencongkel jendela rumah korban.

Korban pun memberitahu tetangganya, untuk segera meringkus pelaku yang masih ada di dalam rumah.“Dari laporan warga, kami langsung mendatangi lokasi dan menangkap tersangka. Sedangka dua lagi masih dalam pengejaran,” ujarnya.Masnoni mengimbau kepada warga untuk memasang alarm seperti yang dilakukan di rumah korban, agar bisa mengetahui bila pelaku pencurian masuk ke dalam rumah. Bila tidak, minimal bisa mentitipkan kepada tetangga sehingga bisa dipantau selama bepergian.“Ini merupakan komplotan yang biasa beraksi ketika pemilik rumah pergi,” pungkasnya.(Palpres)