Badan Jalan Dijadikan Terminal Angdes, Punya Nenek Moyangnya Kali Ya..

Lahat,Surya Post

Lantaran tak punya terminal bagi angdes (angkutan pedesaan), badan jalan dijadikan terminal angdes. Seperti badan Jalan Inspektur Yazid, sisi kiri Pasar Lematang dijadikan Dishub Lahat sebagai terminal angdes.Rencana jalan di sisi kiri Pasar Lematang dijadikan terminal sementara untuk angkutan desa (angdes), konsekuensinya pedagang sayur yang berjualan di badan jalan harus direlokasi kae lantai tiga bangunan pasar tradisional tertua di Lahat itu, sebab terminal itu menggunakan badan jalan hingga 100 meter panjangnya, dengan dibuat delapan pelataran parkir.

“Dari 100 meter titik yang menjadi pelataran parkir angdes tersebut, ada delapan jurusan, dengan daya tampungnya untuk tiga kendaraan, sedangkan angkutan lain harus menunggi di Terminal Lembayung,” kata Eduar Kohar, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Lahat, Rabu (13/12).Dengan terminal itu, tutur  Eduar, angdes maupun angkot menjadi tertib dan tidak semerawut seperti sekarang ini, tinggal bagaimana action (tindakan) dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengakomodirnya.
“Nantinya, pelataran parkir tersebut tiap lajurnya panjang lebih kurang 9 meter. Bila perlu ditarik retribusi dalam satu kali berangkat, sesuai dengan peraturan berlaku,” urainya.

Dia menjelaskan, termasuk juga dengan angkutan di depan RSD Lahat akan ditertibkan, demikian pula pedagang yang menggunakan trotoar pejalan kaki.“Dengan begitu, Kota Lahat tidak ada lagi namanya terminal bayangan, semua diatur dan dikelola dengan sebaik-baiknya, bagi kendaraan angdes dan angkot,” tukas Eduar Kohar.Sementara itu, Ketua Organda Lahat, Darsono menuturkan, program jangka pendek, dikarenakan Terminal Muara Siban belum difungsikan, sehingga buat terminal sementara di dekat Pasar Lematang.

“Lebih cepat lebih baik, dalam pembangunan terminal,” ujarnya.Kelebihan angdes, sambung dia, dipindahkan ke Terminal Lembayung secara teknis, ditumpuk tidak mungkin, atau tempat-tempat lain yang tidak menganggu lalin.“Ada delapan jurusan, mulai dari belakang pospol hingga rambu selanjang 100 meter digunakan, kondisi semerawut akan tertib, sesuai dengan harapan. Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan para sopir angdes maupun angkot,” tegas Darsono.

Terpisah, Hasna salah satu pedagang sayur mengungkapkan, dirinya akan mengikuti aturan yang ada, asalkan pedagang lain yang berjualan di badan jalan dipindahkan ke lantai tiga Pasar Lematang.Aku nih nurut bae, asalkan pedagang lain pindah pula ke lantai tiga, kalaupun masih ada di bawah ini, kami akan nurut, karena ini urusan perut dan biaya sekolah anak,” tegasnya.(Rmol.com)