Basuri Tanya Apa Maunya Pansus KIP

Tak Hadir Dipanggil DPRD Beltim ,Menduga Pansus Cari Kesalahan

Manggar,Surya Post

Mantan Bupati Belitung Timur (Beltim), dr. Basuri Tjahaya Purnama, M.Gz akhirnya angkat bicara tentang ketidakhadirannya dalam panggilan Panitia Khusus Kapal Isap Produksi (Pansus KIP) dan Tambang Laut DPRD Kabupaten Beltim. Adik Ahok mantan Gubernur DKI Jakarta ini mempertanyakan kepentingan Pansus memanggil dirinya.
Sebab, secara administrasi sudah sangat jelas bahwa yang menyetujui perpanjangan perizinan kepada perusahaan pertambangan timah sehingga beroperasinya kapal isap di perairan Beltim adalah dirinya. Karenanya ia menduga Pansus (Pansus KIP) dan Tambang Laut DPRD Kabupaten Beltim hanya akan mencari-cari kesalahan yang dilakukan Basuri.

Disela kunjungannya pulang ke kampung halaman, Basuri menjelaskan duduk persoalan perizinan kapal isap. Mulai dari perpanjangan IUP olehnya, alasan ketidakhadirannya ketika diundang oleh Pansus dan tentang perkembangan perekonomian di Kabupaten Beltim.“Mau tambang atau mau ini pariwisata, itu kalau bisa jalan dua-duanya, itu teori. Tapi sekarang apakah tambang mau kita habisi semua, oh belum bisa, maka kenapa darat saya terusin, karena darat menunjang ekonomi masyarakat kecil, dapat sekilo dua kilo. Maka waktu itu kita keluarkan IPR, Izin Pertambangan Rakyat, supaya tidak ilegal. Nah itu yang harus diteruskan,” kata dia saat ditemui di salah satu warkop di Beltim, Sabtu (6/1/2018).

Menurutnya, saat menjabat sebagai Bupati Beltim, ia telah melakukan perpanjangan perizinan mengenai kegiatan tambang di Beltim. Dan ia mengaku tidak melakukan kesalahan ketika memperpanjang perizinan tersebut.“Tahun 2010-2011 saat jadi Bupati kita start di Laskar Pelangi, 10 hektar lebih yang eks tambang diolah. Nah itu cikal bakal mempersiapkan Belitung Timur itu nanti Kelautan Perikanan, Peternakan dan Pariwisata,” ujarnya.Terkait ketidakhadirannya dalam undangan Pansus di DPRD beberapa waktu lalu, Basuri menjelaskan bahwa memang dia saat itu tidak bisa hadir. Namun jika diundang lain waktu, ia mengatakan akan hadir.“Cuma saya mau tanya ini pansus tujuannya apa? Mau cari salah orang atau mau memutuskan setuju atau tidak setuju kapal isap? Kalau mau nyari salah saya tidak perlu mendatangkan saya, lihat saja suratnya semua administrasi kan jelas,” beber Basuri.

“Kalau surat saya perpanjang salahnya dimana? Saya dilindungi undang-undang kok. Kalau hanya memutuskan kita ini pro atau tidak kapal isap, apa urusannya sama aku. Menurut saya tujuannya apa?,” imbuhnya.Basuri mengakui menandatangani semua perpanjangan perizinan penambangan, termasuk di wilayah perairan Beltim. Sehingga Pansus tidak perlu lagi memanggilnya dan bisa melihat dari berkas-berkas adminstrasi perizinan yang dimiliki perusahaan kapal isap.“Ceritanya gampang, saya tanda tangan, ada kok tanda tangan Basuri, liat saja. Apa ada prosedur yang saya langgar? Saya punya hak kok, jadi mau cari apa lagi?” tukasnya.
Bagi Basuri, terkait undangan Pansus KIP dan Tambang Laut itu tidak seharusnya dia dihadirkan dalam rapat. Terlebih, saat ini dia lebih banyak kesibukan dalam pengembangan perekonomian di wilayah Morotai.

“Kemarin ada undangannya, saya sudah bilang Pak Jimmy saya dak bisa hadir. Aku kerja sama orang, mau gak tanggung jawab kalau aku dipecat, tidak digaji segala macam. Gajinya gampang saja, kira-kira bayar pajaknya setahun kamu bayar mobil, satu. Kalau mereka mampu ya udah aku bela-belain datang, aku siap dipecat,” tandasnya.
Ia mengingatkan para anggota DPRD dan masyarakat Beltim, kalau mau maju jangan mencari-cari yang tidak penting.“Pansus maunya apa? Ini sederhana kok. Kalau anda mau kapal isap jalan tapi malu-malu, ya nanti orang akan tau kok. Kalau memang sepakat dak mau kapal isap, umumkan langsung. Dak usah pansus-pansus,” tutup Basuri.
Untuk diketahui, pada malam sebelumnya, Jumat (5/1/2018) Basuri juga memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait ketidak hadirannya terhadap undangan tim Pansus KIP DPRD Beltim melalui Radio Sisnet Beltim.

Dokter ahli gizi ini diminta hadir dalam Pansus terkait pengusutan terhadap perizinan tambang pasir timah PT. Kampit Tin Utama di laut Pering Belitung Timur. Pemanggilan Basuri itu menyusul setelah Pansusu melakukan pertemuan dengan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.Pansus juga sudah memanggil mantan Komisaris PT. Kampit Tin Utama (KTU), Andeska, lalu kuasa direktur Ismail Haris serta mengundang 2 mantan Bupati Beltim, Khairul Effendi dan Basuri Tjahaya Purnama.
“Kami tetap akan melakukan agenda lain, setelah sebelumnya kita sudah bertemu dengan Gubernur Babel bersama para nelayan Kelapa Kampit di rumah dinas Gubernur Babel, dan untuk kedepan tepatnya minggu minggu ini kita juga akan panggil penanggungjawab KIP sebelumnya. Diantaranya ada nama Pak Usmandi Andeska dan juga Ismail Haris, guna mempertanyakan banyak hal terkait KIP,” ungkap

Ketua Tim Pansus DPRD Beltim, Koko Haryanto kepada Rakyat Pos, Minggu (3/12/2017).Koko mengaku tak ingin setengah setengah dalam melakukan kinerjanya di Pansus. Karena itu, selain nama nama penanggung jawab KIP sebelumnya yang akan dipanggil, Pansus juga akan memanggil mantan Bupati Beltim untuk mempertanyakan terkait terbitnya izin tambang PT KTU yang beroperasi di perairan Beltim.“Kami juga akan panggil Bupati Beltim sebelumnya. Namun untuk pemanggilan Pak Khairul dan Pak Basuri juga sedang diagendakan,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Beltim ini menyebutkan sebelumnya warga memprotes kepindahan KIP Kamila dari laut Pering ke laut di perairan Gantung dan sekitarnya. Untuk itu, Senin (4/12/2017) beberapa orang masyarakat Kecamatan Gantung akan menemui tim Pansus, karena menolak KIP tersebut dilabuhkan di perairan Selanduk.
Menurut Koko, Gubernur Babel menyatakan tidak akan mengeluarkan perizinan apapun atas beberapa IUP yang ada di laut, meski saat ini belum melakukan aktivitas. Intinya, gubernur akan fokus menyelesaikan PT. KTU yang KIP nya berada di Laut Pering.“Beliau (Gubernur) menjamin bahwa Kapal KM. Kamilah tidak akan melakukan produksi lagi karena sudah ada surat pemberhentiannya. Dan juga akan melakukan evaluasi Amdal sesuai dengan prosedur,” sebut Koko. (RakyatPos)