Bermasalah, 137 Persil Lahan Belum Cair

Muaradua,Surya Post

Sebanyak 120 orang Pemilik lahan Bendungan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, menerima ganti rugi lahan seluas 193 Persil. Untuk sisanya 137 persil belum cair, karena masih terkendala administrasi yang dinilai bermasalah.Setidaknya Rp 66 Milyar lebih dana dikucurkan oleh Pemerintah Pusat, demi mengganti rugi lahan Tahap II terdampak Bendungan tersebut.  Kepala Balai Besar Sumatera VIII, Supardji mengatakan, sebanyak 193 Persil lahan akan dibebaskan, dari total 330 Persil lahan warga terdampak lahan Bendungan di Desa Sukabumi.

“Ganti rugi tahap II ini akan diberikan kepada 120 warga pemilik 193 Persil terdampak lahan Bendungan Tiga Dihaji,”ujarnya, di Gedung Kesenian Muaradua, Jum’at (14/8).Dikatakannya, dari total sebanyak 193 Persil lahan besaran dana disiapkan pemerintah pusat untuk pembayaran ganti rugi Rp 66 Milyar.“Yang belum dapat dibayarkan, karena masih ada kekurangan administrasi yang belum di selesaikan. Kita akan berusaha semaksimal mungkin, bagaimana agar proses pembayaran berikutnya dapat lebih cepat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo mengatakan, selain lahan 193 Persil tersebut dalam waktu dekat akan segera menyusul pembebasan lahan masyarakat.“Jadi nggak ada masalah, hanya kekurangan administrasi. Administrasi memang terkesan enteng, tetapi danpaknya tentu akan menjadi permasalahan dikemudian hari,” katanya.Dikatakannya, investasi pemerintah pusat ke Bendungan Tiga Dihaji sendiri mencapai Rp 4 Triliun, sehingga semua tahapan hingga ke pembangunan nanti membutuhkan dukungan.

Dia mengatakan, dengan besarnya dana pembangunan tersebut diharapkan warga  jangan hanya sekedar jadi penonton. Sehingga, kedepan bagaimana masyarakat dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan.“Banyak dampak yang didapat dari proyek ini, selain pengendali banjir dan irigasi, waduk ini juga dapat menjadi pembangkit tenaga listrik dan pariwisata. Bagaimana warga nanti ikut dilibatkan didalamnya,” pungkasnya.Sementara itu salah seorang warga menerima ganti rugi sebesar Rp 3.7 Milyar, Sumardi Arfan mengatakan, ada 11 Persil surat dicairkan dalam ganti rugi tersebut merupakan milik keluarga besarnya.

“Ini milik adik-adik dan diatasnamakan saya, nanti akan diberikan kebersangkutan dan kegunaannya tergantung mereka,” katanya.Sementara itu, Idham warga lain ikut menerima ganti rugi lahan mengaku, akan menggunakan uang ganti rugi dari pemerintah untuk membeli lahan pertanian baru. Nantinya akan kembali dijadikan lahan pertanian, seperti yang terkena bendungan.

“Lahan kami yang terkena bendungan, merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarga, jadi harus beli lahan dan buka perkebunan baru,” katanya.Untuk diketahui, luas lahan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji berjumlah 433 Persil, dan pada 2016 telah dilakukan pembayaran tahap I 60 Persil. Kemudian awal tahun 2018 ini kembali dilanjutkan alokasi pembayaran tahap II, sebanyak 193 Persil lahan warga. (Palpres)