BPBD Sumsel Telah Menata Daerah Rawan Longsor dan Banjir

Photo :Antara

Palembang,Surya Post

Menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel Iriansyah,ada empat kabupaten dalam wilayah Provinsi Sumsel rawan tanah longsor.Karena empat kabupaten tersebut dikatakan Itiansyah  berada di dataran tinggi,untuk itu perlu kesehingga bagi masyarakat setempat,karena saat ini sudah memasuki musim hujan.Antara lain kabupaten yang rawan longsor,antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan OKUS, Empat Lawang, Pagar Alam, dan Lahat.”Empat daerah ini rawan longsor. Kami sudah menyiapkan personel dan peralatan,” ucap dia.Hal tersebut dikatakan kepala BPBD setempat,bahwa  pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi pemerintahan lainnya untuk menyiapkan logistik.

Koordinasi itu, katanya, cepat dilakukan karena tanah longsor biasanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga dapat menelan korban jiwa seperti yang terjadi pada tahun lalu.“Kami sudah siapkan peralatan evakuasi, dibantu juga dengan dinas dan instansi lain. Bahan pokok dan bantuan pangan pun disiapkan jika masyarakat atau korban terdampak terpaksa dievakuasi,” kata dia.Untuk Iriansyah mengharapkan supaya dapat  dilakukan pemetaan terhadap daerah rawan longsor, pemerintah kabupaten dapat mempersiapkan segala kebutuhan dan keperluan untuk evakuasi dan penanganan bencana.

Sedangkan Kabupaten yang akan mengalami banjir jika musim hujan turun nanti,pihak BPBD Sumatera Selatan telah memetakan daerah-daerah  rawan banjir.Diantaranya Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.“Untuk banjir, kita sudah siapkan peralatan seperti perahu karet, pelampung, tenda darurat, dapur umum, dan sebagainya,” ucap dia.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Dharma Budi mengatakan pemprov telah menganggarkan Rp16 miliar dari APBD 2019 untuk perbaikan jalan akibat banjir maupun longsor.

Hanya saja, katanya, pada APBD Perubahan tahun ini juga akan dianggarkan dana serupa.“Biasanya bencana banjir dan longsor terjadi di akhir tahun karena terjadi saat musim hujan, seperti di Ogan Ilir dan OKU (Ogan Komering Ulu) Selatan yang kerap akses jalannya rusak akibat banjir dan longsor,” kata dia.Ia mengklaim untuk besaran anggaran tambahan penanganan bencana sudah ada dalam APBD Perubahan dan dananya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.(Red-Net)