Ceceran Minyak Mentah PT BBP Diduga Cemari Lingkungan

 

PALI, Suryapost

Ceceran minyak mentah yang diduga berasal dari aktivitas pompa minyak atau pumping pada sumur minyak di Statsiun Pengumpul (SP)/BKB#69 milik PT Benakat Barat Petroleum (BBP) yang berlokasi di Talang Padang Desa Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI menimbulkan masalah. Dimana ceceran minyak tersebut mengalir kemana-mana diatas tanah bahkan tidak sedikit masuk ke persawahan milik warga.

Keadaan itu disinyalir telah berlangsung lama, sebab dari pantauan media ini di lapangan saat mengikuti kegiatan Jelajah Alam PALI Anti Narkoba (JAPAN II) belum lama ini yang melintasi lokasi pompa minyak itu, terlihat ceceran minyak mentah berserakan di atas tanah.

Keadaan ini tentu mengundang keprihatinan sejumlah peserta JAPAN, dan mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk menindak perusahaan Kerja Sama Operasional (KSO) itu.

“Ini tentu mencemari lingkungan, sebab ceceran minyak terus mengalir kemana-mana, bahkan mungkin telah mencemari lahan warga,” ucap Heri, salahsatu peserta JAPAN yang melintas di lokasi tersebut, seraya berharap Pemkab PALI melalui dinas LH agar turun tangan menengahi masalah tersebut.

Sementara dari keterangan salahsatu warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi bahwa warga desa tidak berani berkomentar terkait permasalahan itu, karena ada intimidasi dari pihak perusahaan dan pihak perusahaan mengadakan peraturan sepihak agar warga tidak menyebarluaskan kejadian itu.

Bahkan diakui warga tersebut bahwa saat ini, ceceran minyak tidak seberapa, karena banyak hanyut terbawa arus hujan. Namun, saat kemarau ceceran minyak mentah pasti lebih banyak menyembur kemana-mana.

“Kami ada perjanjian yang ditandatangani, agar kami tidak menyebar luaskan masalah itu. Padahal banyak warga yang dirugikan, dan tidak pernah ada kompensasi, paling ada warga dipekerjakan untuk pembersihan,” ungkap salahsatu warga yang enggan menyebut namanya.

Terpisah, Anggit humas PT BBP saat dikonfirmasi, Kamis (26/4) menyebutkan bahwa pihaknya belum mengetahui adanya ceceran minyak tumpah di SP/BKB#69.

“Kami belum bisa berkomentar, sebab kami belum mengetahui hal itu,” singkatnya. (Ass)