Didaulat Jadi Contoh Penanganan Sampah Kabupaten Lain, Sampah Malah Menumpuk di Jalan Lingkar Lahat

Lahat,Surya Post

Upaya Pemkab Lahat, mewujudkan Kota Lahat bersih, rapi, indah dan bebas dari sampah tampaknya tak mendapat dukungan sebagaian warga.Lebih lagi, saat ini Kabupaten berjuluk Bumi Seganti Setungguan ini didaulat menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam hal penangan sampah. Namun, jika melihat tumpukkan sampah yang dibuang sembarang oleh warga di jalan Lingkar Desa Manggul, kecamatan Lahat, menjadi ironi atas penunjukkan tersebut.

Dan tidak menutup kemungkinan jika warga di Kabupaten lain melihat akan memandang ‘sebelah mata’ jika Lahat jadi contoh penanggulangan sampah.Pantauan Sripoku.com,  Jumat, (31/8/2018) di lokasi tampak menumpuk sampah berbagai jenis di jalan lingkar yang menjadi jalan utama angkutan antar kota dalam provinsi tersebut. Bahkan, sampah sudah memenuhi badan jalan.

Tak bisa dipastikan siapa yang membuang sampah di lokasi tersebut. Apalagi, lokasinya sepi dan jauh dari pemukiman warga. Lokasi sampah sendiri masuk ke wilayah kelurahan Pagar Agung, Lahat.”Tak tahu siapa yang buangnya pak. Yang pasti gak mungkin kalau warga kabupaten lain. Dan yang pasti lokasi ini sudah jadi tempat pembuangan sampah bagi warga karena sudah menumpuk dan sudah lama,”ujar Muis, ketika dibincangi saat melintas.

Dirinya sendiri menyayangkan banyaknya sampah yang dibuang secara sembarang di sepanjang jalan lingkar tersebut. Selain bisa berdampak bagi kesehatan, keberadaanya juga tidak enak dilihat dan menambah kesan seram di lokasi tersebut. Belum lagi, jalan lingkar merupakan jalan lintas bagi kendaraan dari kabupaten dan provinsi lain.Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Misri, melalui Kabid LB3 Lahat, Budi Utama menyayangkan banyaknya sampah di sepanjang jalan lingkar tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menyayangkan kurangnya kesadaran warga sehingga sampah dibuang sembarangan.Dikatakan Budi, lokasi tersebut tidak masuk jalur angkut sampah sehingga selama ini pihaknya tidak terpantau. “Selain armada kita memang terbatas jalur tersebut tidak masuk wilayah angkut sampah,”ujarnya. Kendati demikian, pihaknya sendiri akan segera membersihkan dan mengangkut sampah di lokasi tersebut. Disisi lain, dirinya sendiri mengimbau agar warga tidak membuang sampah di lokasi tersebut lagi dan membuang sampah di lokasi yang disediakan pemerintah. “Itu akan kami bersihkan meski tidak masuk wilayah angkut sampah, “kata Budi, saat dihubungi.

Sementara, sejalan adanya Peraturan Presiden No 97 Tahun 2017 dan Peraturan Bupati Lahat, Kabupaten Lahat kini menjadi kabupaten prioritas dalam hal penanganan sampah. Lahat kini jadi contoh bagi sejumlah Kabupaten/Kota lain di Sumatera Selatan untuk penanganan sampah.”Ini memang kebijakan nasional, tapi baru kita yang sudah konsultasi tahap akhir ke Kementrian Lingkungan Hidup (KLH red). Dan ini tentu jadi kebanggan bagi kita,” ujar Budi.Menambahkan, Kasi Peningkatan Kapasitas, Khairul menerangkan, salah satu formatnya berupa target pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga, hingga lima tahun mendatang.

Seperti untuk tahun 2018, pihaknya menargetkan akan berkurang 18 persen. Sedangkan tahun 2025 nanti akan berkurang jadi 30 persen.”Ini tidak cukup dengan sosialisasi. Strategi kita, untuk penanganan, melakukan pengangkutan sampai ke pemprosesan akhir di TPA. Untuk pengurangan sampah, menggalakkan Bank Sampah, dan dijadikan pupuk,” terang Khairul. (Sripoku)