Diduga lambat dikerjakan puluhan ton limbah minyak pertamina cemari sungai

PALI, Suryapost
Air dihulu sungai didesa setia jaya yang berbatasan dengan desa Talang Akar kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI sudah hampir satu bulan ini tidak dapat digunakan karena diperkirakan puluhan ton limbah minyak mentah mencemari sungai yang digunakan warga untuk dikonsumsi sehari-hari.

limbah minyak mentah ini diduga berasal dari Kebocoran line pipe transfer milik PT. Pertamina Asset ll Field Pendopo yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sehingga menyebabkan air sungai yang berada di Dua Desa itu terkontaminasi berat oleh limbah minyak mentah akibat dari kebocoran line pipe milik PT. Pertamina yang di duga disabotase oleh orang yang tidak bertanggung jawab, namun sangat disayangkan, sepertinya pihak perusahaan minyak dan gas itu belum ada upaya untuk membersihkan dan mengangkat limbah tersebut dari permukaan air.

Padahal menurut warga setempat kejadian kebocoran line transfer dari buster jirak ke stasiun 10 itu sudah cukup lumayan lama, diperkirakan hampir satu bulan, warga khawatir nantinya minyak hitam yang berbau menyengat itu berdampak pada ekosistem yang ada, misalnya ikan dan hewan ternak milik warga yang ada dihilir sungai tersebut, karena tidak jauh dari lokasi itu terdapat pemukiman penduduk berupa Desa.

” sudah hampir beberapa pekan ini line pipa Pertamina ini bocor dan mencemari sungai, namun hingga kini belum ada tanda-tanda dari perusahaan pertamina untuk mengangkat dan membersihkan limbah ini dari permukaan air,” tutur Anto (34) salah satu warga setempat.jumat (16/3).

Selain itu menurut Anto, keberadaan limbah minyak pada air sungai tersebut tidak hanya mengancam kerusakan pada ekosistem flora dan fauna namun bisa berdampak pada kesehatan warga, karena mengingat sebagian besar warga kesehariannya mengkonsumsi air tersebut, juga banyak ternak sapi dan lain sebagainya.

Sementara pihak PT. Pertamina melalui Feri Prasetyo Wibowo selaku Asisten Manager (Asmen) saat dijumpai di halaman Kantornya membenarkan ada kejadian pipe yang disabotase oleh orang tidak bertanggung jawab, namun menurutnya pada saat kejadian kondisinya sedang hujan deras, akhirnya limbah itu menyebar.

” Kemarin pembersihan terkendala alat untuk masuk ke daerah-daerah, tadi pihak elnusa ke sini tanya kepada saya kalau untuk masukan alat seperti apa, kalau kita masukan alat berarti kita harus melewati lahan orang, nah itu komunikasinya seperti apa,” ujar Feri.

Menurut Feri, pihaknya saat ini sedang berupaya mencari solusi dengan menggelar rapat bersama manajemen, juga ada beberapa spot yang terkendala untuk membersihkanya karena musim hujan terbawa arus air penyebarannya agak jauh, selain itu dirinya mengaku belum memonitor tumpahan minyak mentah yang mengalir ke anak sungai dua. Namun akibat kejadian ini pihaknya sudah membuat laporan ke Polsek Talang Ubi.(Ass)