Diduga Puluhan Tahun PT Lonsum Kuasai Lahan Rakyat Diluar Ijin T ampa HGU

Muratara,Surya Post
Diduga ratusan hektar lahan milik masyarakat desa beringin makmur kecamatan rawas ilir kabuten musi rawas ilir (Muratara ) Sumsel diduga dikuasai oleh PT Perkebunan Londondo Sumatera (Lonsum), tampa hak guna usah sejak  tahun 2000.an “PT Lonsum kami gugat karna sudah puluhan tahun menguasai lahan masyarakat diluar ijin prinsip. Yg meka miliki dan yg lebih aneh lagi HGU-nya baru diusulkan olah pihak perusahan, itu setelah sawit yg nereka tanam diatas lahan masyarakat itu sudah membuah kan hasil  baru mereka usulkan HGU(2016)”.Hal ini diungkapkan Indra Cahya MD,SE.SH,MH  pada  disidang lapangan yg dipinpin hakim ketua Katur, SH di lokasi lahan ojek sengketa ” dini Hari ini kita sidang lapangan utuk membuktikan keberadaan lahan yang menjadi objek sengketa.
Selain itu dikatakan Indra, Kita kasih tahu dimana letak patok patok lahan  milik klain  yg dijadikan kebun kelapa sawit oleh PT Lonsum”,
Sementra itu menurut Baki salah seorang warga desa setempat yang lahan miluknya juga dikuasai PT Lonsum sejak tahun 2000. Bahwa dirinya sudah berapa kali mediasi debgan puhak  PT  Lonsum dan menghasilkan kesepakatan saya harus menyelesaikan sengketa keluarga dulu,”Sengketa keluarga sudah selesai mahkah agung memengkan saya dalam.sengketa keluarga itu namun tanah yang saya menangkan dalam.perkara ditanam kelapa sawit oleh pt lonsum dan dibuat plasma dan merak sertifikatkan atas nama orang lain “kata baki .
Selain itu juga dikatakan Baki  bahwa dirinya juga melakukan penggugatan terhadap PT.Lonsum,namun tidak satu paket dengan sidang lapangan hari ini “saya mencari ke adilan dan atas lahan milik saya yang diambil pihak PT.Lonsum  sudah tidak menempati janjinya, sambil menunjukan sebuah surat dari Lonsum yg isinya pihak PT .Lonsum akan memberikan ganti rugi jika sengketa sudah selesai dan serta pada surat itu tertera jumlah uang kesangupan PT.Lonsum akan mengganti rugikata.
Sementara itu Ariajon ,SH selaku kuasa hukum dari PT.Lonsum mengatakan, bahwa perkara ini akan kita ikuti saja dan nantinya jika ada kepusan pihak klainya akan mematuhi putusan itu “Untuk  kita akan  ikuti apa yg menjadi putusan hukum ,jika kita diperintahkan untuk ganti rugi ya kita ikutinya ” kata Arijon SH.(Ibra)