Dinas PU Jarang Kelapangan

Photo Palpres.com

Prabumulih,Surya Post

Sebuah pembangunan jalan cor beton yang berlokasi di kelurahan Muara Dua tepatnya di Rt 04,yang pelaksanaan proyeknya tanpa dikatahui oleh masyarakat setempat.Dikarenakan pertama tidak memberi tahu rpoyek seapa dan beberapa lanjang dan lebar bangunannya,karena proyek tersebut tanpa memasang nama yang mencantumkan Nama pekerjaannya serta jumlah besarnya dana pada proyek tersebut.Menurud keterangan masyarakat setempat,prpyek tersebut terkesan adalah proyek siluman,alasan mereka mengatakan proyek siluman itu faktornya tiba-tiba ada proyek tanpa papan nama.

Parahnya lagi, warga tidak mengetahui bio data berapa panjang dan lebar serta anggaran yang diperuntukan untuk membangun jalan tersebut. “Kami tidak tahu pak jalan ini dibangun oleh siapa. Informasinya orang Palembang. Nah, kalau untuk papan proyek baru nak dibuat. Kami hanya pekerjanya saja,” ujar salah satu pekerja, Kamis (12/7) siang seraya mengatakan kalau pihak dari Dinas PU jarang kelapangan untuk melakukan pengawasan.Sementara itu, dari hasil yang dikumpulkan oleh  media dilapangan, pengerjaan jalan cor beton itu merupakan sambungan dari Jalan PPKR. Jalan tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai speksifikasi dengan RAB. Ini terlihat dari pihak kontraktor yang menggunakan agregat untuk lapisan pengeras, tidak sesuai standar. Bahkan pihak kontraktor juga terkesan mengakali untuk ketebalan jalan tersebut, dengan menggali sisi kanan-kiri jalan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR kota Prabumulih Ir Ardi Supratman melalui PPTK Proyek Husni mengatakan kalau proyek cor beton di Jalan PPKR itu bukan proyek “siluman”, tapi dianggarkan di APBD 2018.“Proyek itu dikerjakan sepanjang 100 meter, dengan lebar 4 meter. Anggaran yang pengerjaan itu mencapai Rp 285 juta. Memang kita akui ada kesalahan lantaran tidak ada papan proyeknya. Ini bukan disengaja untuk menutupi, tetapi papan proyeknya lagi dibikin,” katanya.

Selain itu juga Husni menjelaskan, apa yang dikatakan salah satu pekerja bahwa dari pihak Dinas PU dalam hal ini pengawas tidak pernah ke lapangan, dibantah kerasnya. “Pengawasan kerap kita lakukan. Bahkan sehari bisa tiga kali melakukan pengecekan dan pengontrolan. Nanti akan kita panggil pihak kontraktornya, untuk segera memperbaiki temuan para rekan-rekan media,” pungkasnya. (Sp-net)