Dokumen Palsu, 8 Ekor Lobster Disita di Bandara SMB II

Palembang, Surya Post

Sebanyak 8 ekor lobster jenis bambu hijau, disita pihak Balai Karantika Ikan Pengembangan Mutu (KIPM) Palembang, di Cargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Penyitaan tersebut dikarenakan, ke-8 lobster yang dikirim dari Jakarta tersebut memiliki dokumen palsu.Menurut pengakuan Lili yang merupakan penerima lobster tersebut tidak tahu kalau lobster yang dipesan dari suplayernya di Jakarta ternyata bermasalah.“Saya benar-benar tidak mengetahui kalau penanan nya itu meyalahi aturan. Saya hanya memesannya dari suplayer,” katanya, saat diintrogasi pihak KIPM di bandara, Junat (7/7).Ia menjelaskan, baru dua kali ini memesan dari suplier di Jakarta, sebelumnya tidak ada masalah.

“Saya juga bingung, kalau seperti ini jadi pelajaran juga buat saya,” ujarnya.Ia menambahkan, rencananya lobster ini untuk di konsumsi dan di jual di restorannya di Kawasan Kambak Iwak.“Saya beli Rp 1,5 juta,” singkatnya.Kepala Balai KIPM M W Giri Praktikno melalui Kasi Pengawasan Blain KIPM , Erik Ariyanto mengatakan, pihaknya mencurigai satu box ternyata isinya delapan lobter yang beratnya sekitar 5 kg dari Jakarta menuju Palembang.“Petugasnya mencurigai dokumennya palsu dari bahan kertas dokumen yang beda, selain itu penandatangan sertifikat adalah petugas yang sudah lama dimutasi. Jadi saat ini kami masih melakukan pengembangan dokumen tersebut,” katanya.

Berdasarkan peraturan, penangkapan dan pengeluaran lobster, rajungan dan kepiting harus ada dokumen resmi. Ditambah lagi jika lobster yang dikirim kurang dari 200 gram itu dilarang untuk di tangkap dan di penjual belikan. Sedangkan lobter tersebut memang lebih dari 200 gram, yang jadi permasalahannya saat ini adalah dokumen yang dipalsukan oleh si pengirim.“Sebenarnya, untuk dokumen sulit di palsukan, ditambah lagi petugas sudah di mutasi. Jadi saat ini kami masih melakukan pengembangan Dokumen yang dicurigai di palsukan dari daerah asalnya,” ujarnya.Ia menambahkan, hasil sitaan ini Masih akan diamankan di Balai Karantina untuk penyidikan lebih lanjut.“Nanti, lobster akan kami lepas ke Bengkulu,” pungkasnya.(MediaNusantara.com)