Dolar AS Melemah Terhadap Euro Tapi Perkasa Melawan Yuan China

Frankfurt,Surya Post

Mata uang Uni Eropa, euro melonjak terhadap dolar Amerika Serikat usai para pemimpin Uni Eropa mencapai kesepakatan soal imigran. Dalam pertemuan maraton selama 10 jam, akhirnya 28 pemimpin dari negara anggota Uni Eropa sepakat memperkuat perbatasan secara eksternal dan kontrol internal atas imigran.Kesepakatan ini akhirnya meredakan kekhawatiran akan sikap garis tegas pemerintah Italia dan mengurangi tekanan pada Kanselir Jerman Angela Merkel, dimana perempuan tua tersebut akhirnya bisa mencegah potensi keruntuhan dari koalisi pemerintahan yang ia bentuk.

Kesepakatan tadi membuat euro naik 0,84% terhadap dolar AS menjadi USD1,1664 per EUR, dan menuju kenaikan harian terbesar dalam sebulan. “Kesepakatan migrasi harus meringankan beban ke negara-negara seperti Italia. Sehingga mengurangi kemungkinan perpecahan diantara negara-negara Uni Eropa dan menjadi positif bagi euro,” kata Viraj patel, analis mata uang di ING.Sementara itu, ahli strategi mata uang dari Commerzbank di Frankfurt, Jerman, Antje Praefcke mengatakan, ketidaksepakatan dalam Uni Eropa dapat memberi tekanan pada euro. Sehingga kesepakatan di atas menjadi hal yang baik bagi euro.

Melansir dari CNBC, Sabtu (30/6/2018), kesepakatan tadi membuat indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama turun 0,77% menjadi 94,65. Meski menurun, dolar Amerika Serikat telah menguat 5,5% sepanjang kuartal I 2018, kenaikan tertinggi sejak kuartal IV 2016.Keuntungan dolar AS sebagian besar karena prospek kenaikan suku bunga The Fed. Dan nilai dolar pada Jumat meski melemah, namun masih lebih tinggi 0,39% terhadap yen Jepang menjadi 110,91 terhadap dolar.

Dan mata uang yang melemah terhadap dolar AS ialah yuan China, yang mencapai level terendah 7 1/2 bulan menjadi 6,6522 pada perdagangan Jumat. Mata uang China ini telah rugi 3,5% terhadap dolar AS pada bulan ini, melebihi penurunan 2,7% pada Agustus 2015. Saat itu, Beijing mengejutkan pasar dengan secara tidak terduga melakukan manipulasi mata uang dengan membimbing yuan lebih rendah agar ekspor mereka kompetitif.(sindonews)