Dua Paslon Walikota Pagaralam  Pertanyakan Kasus Politik Uang

Pagaralam,Surya Post

Kedatangan Dua Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam iyakni nomor urut 1 Hermanto-Mushabako dan nomor 6 Gunawan-Febrianto senin 11 Juni 2018,bersama sama  mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pagaralam bersama puluhan tim pemenangannya,untuk menpertanyakan ketegasan Panwalu dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemilu pada 2018 nanti.Dalam aksi kedatangan dua rumbagan paslon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam di kantor Panwaslu,mendapat penjagaan dan pengawasan khusus dari Polres Pagaralam sebagai upaya siap dan antisipasi terhadap hal yang tidak diinginkan.

Pada kesempatan tersebut katua Calon Walikota nomor urut 6 Gunawan mengatakan,ia menilai kinerja Panwaslu Kota Pagaralam kurang tegas dalam melakukan penindakan terhadap pelanggaran dan kecurangan pilkada Pagaralam.Antara lain  yaitu ada salah satu paslon yang diduga melakukan aksi money politik seperti pembagian sembako, souvenir dan kacamata.”Memang jika kita lihat, barang-barang yang diberikan harganya tidak seberapa, namun karena sudah ada sticker salah satu paslon itu sudah berupa bahan kampanye,” jelasnya.Selain itu juga dikatakan Gunawan, sebagai kandidat sebenarnya hal ini sudah sering kali disampaikan dengan panwaslu, bahwa kegiatan-kegiatan bagi sembako dan semacamnya ini sebenarnya boleh apa tidak, namun panwaslu selalu mengingatkan hal itu jangan sampai dilakukan karena rawan pelanggaran.

“Namun masih ada saja paslon yang melakukan hal tersebut, sementara tidak ada tindakan sama sekali dari panwas,” katanya.Gunawan menegaskan, jika hal ini tidak ditindak maka MoU tolak politik uang yang selama ini di gaungkan ternyata hanya omong kosong saja.Sementara waktu ketua Paslon nomur urut 1  Hermanto-Musabaqoh,ia menyampaikan senada apa yang di katakan oleh paslon nomor urut 6. Bahwa pihaknya selama ini sudah sering menyampaikan tentang adanya kegiatan money politik kepada Panwaslu, namun selalu tidak ada penindakan dengan berbagai macam alasan.”Sekarang kita mewarning, untuk kedepanya jika tidak ada tindak tegas terhadap pelanggaran pilkada maka kami selaku paslon yang akan mengambil tindakan langsung,” tegas Hermanto.(Sp-net)