Duh, Manager Ini Laporkan Pimpinan Perusahaan ke Polisi, Ternyata ini Alasannya

Ilustrasi

Jambi,Surya Post

Tertanggal 10 Juli 2017, Nazli warga RT 04 Desa Buka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar melaporkan pimpinan PT REKI ke Polres Batanghari.Nazli yang tercatat sebagai manager PT Reki mengadukan pimpinan PT Reki dengan aduan dugaan tindak pidana penggelapan. Tepatnya penggelapan gaji.”Laporan dugaan penggelapan sudah saya buat di Polres Batanghari dengan nomor laporan STPL/B-99/VII/2017/Jambi/SPKT/Res Batanghari,” katanya.Nazli yang biasa dipanggil Desnaz mengatakan jika penggelapanyang dia laporkan berawal dari gajinya selaku manager di PT Reki tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan. “Setelah saya tanyakan ke bagian keuangan perusahaan, mereka tidak membayar gaji bulan Juni saya atas perintah pimpinan namun dasar dari perintah itu tidak jelas apa,” bebernya.

Seharusnya, lanjutnya gaji ini sudah diterimanya sebelum lebaran lalu. “Sampai detik ini saya belum menerima gaji dan dari perusahaan tidak ada itikad jika mereka akan membayarnya, makanya saya melaporkan ke kepolisian,” ujarnya.Gaji, lanjutnya merupakan haknya sebagai karyawan. “Sudah lebih dari 11 tahun saya bekerja di PT Reki, dan hak saya untuk menerima gaji. Saat inipun saya tetap bekerja,” kata Desnaz.Pihak kepolisian sudah melayangkan surat panggilan kepada pihak perusahaan terkait laporan ini.

Terpisah, Joni Rizal selaku humas PT Reki saat dihubungi meminta agar konfirmasi langsung kepada pimpinan PT Reki. “Langsung saja konfirmasi kepada pimpinan,” katanya.Terpisah, Lisman Sumardjani selaku Direktur Operasional PT Reki yang dihubungi Tribun mengaku jika dia belum mengetahui duduk persoalannya dengan jelas. “Ini saya masih di Bandung, akan segera pulang ke Jambi. Nanti jika saya sudah tahu persoalannya saya akan klarifikasi,” katanya.Namun terkait adanya penahanan gaji manager perusahaan, Lisman mengakui nya. “Iya kabar nya begitu, tapi saya akan segera pulang untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” tutupnya.( Tribunjambi.com )