Dukung Asian Games dengan Pencegahan Karhutla di Wilayah Muba

Musi bayuasin,Surya Post

Asian Games yang berlangsung Agustus mendatang, diharuskan berjalan tanpa hambatan, salah satunya tidak boleh terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang pesta olahraga negara-negara Asia dilaksanakan, baik di Jakarta maupun Palembang.Atas dasar itulah, sebagai bentuk dukungan akan pelaksanaan Asian Games, PT Berkat Sawit Sejati (BSS) bersama stakeholder terkait kembali menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat desa sekitar wilayah operasi perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Ada tujuh desa yang dilakukan kegiatan sosialisasi, empat desa yakni Desa Pangkalan Tungkal, Berlian Jaya, Sidomulyo dan Sumber Harum, semuanya di Kecamatan Tungkal Jaya, sosialisasi Karhutla telah dilakukan,” ujar Manager Humas PT BSS, Henry Sitepu, Jumat (27/4/2018) dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews, Jumat (27/4/2018).Untuk tiga desa lainnya yakni Desa Sinar Harapan, Banjar Jaya dan Tampang Baru akan dilaksanakan awal bulan Mei nanti. “Kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya dalam pencegahan Karhutla serta support terhadap Asian Games nanti dimana Palembang juga tuan rumah,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama sosialisasi berlangsung puluhan tokoh masyarakat, Kepala Desa, Kepala Dusun dan puluhan RT hadir, dengan narasumber Kepala BPBD Muba Haryadi Karim, Disbun diwakili Kabid Perlindungan Sadili, Camat Tungkal Jaya Firman Hirawan, Polsek Tungkal Jaya, Koramil Bayung Lencir, serta Manggala Agni Daops 1 Muba dan Dinas Lingkungan Hidup.”Intinya kita minta agar tidak lagi membakar hutan dan lahan, jangan sampai terjadi asap apalagi, terutama saat Asian Games. Bisa malu kita sebagai tuan rumah,” ujar Camat Tungkal Jaya, Firman Hirawan.

Sementara, Kepala BPBD Muba Haryadi Karim, menuturkan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi pencegahan Kargutla yang dilakukan oleh PT BSS. “PT BSS ini satu-satunya perusahaan yang peduli dengan masyarakat sekitar dan mau mensosialisasikan pencegahan karhutla ini, semoga dapat ditiru perusahaan lain di Muba,” tukasnya.Dimana, sambung Haryadi, sosialisasi merupakan langkah efektif dalam pencegahan Karhutla. Apalagi prediksi BMKG mulai Juni hingga September mendatang mulai memasuki musim kemarau, sehingga rawan Karhutla.

“Sebanyak 90 % kebakaran terjadi karena faktor manusia, sisanya faktor alam. Jadi mencegah termasuk dengan sosialisasi ke masyarakat merupakan cara yang efektif,” kata dia.Kapolsek Tungkal Jaya, Iptu Heri Suprianto, mengatakan sesuai tugas pokok, langkah pihak kepolisian pertama adalah melakukan sosialisasi melalui Babinkamtibmas, selain itu juga menggelar patroli yang dimotori oleh Manggala Agni. “Namun, apabila sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan, akan kita lakukan penindakan sesuai undang-undang,” tandas dia.(Sindonews)