Gubernur BI: Inflasi April 0,10% Jadi Bukti Ekonomi Baik

Jakarta,Surya Post

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menilai bahwa rendahnya inflasi menujukkan perekonomian Indonesia yang membaik. Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data inflasi April 2018 mencapai 0,10%. Menanggapi hal itu, Agus Marto mengatakan, inflasi terjaga dengan baik dikarenakan program pemerintah sukses menekan gejolak kenaikan harga pangan menjelang bulan Puasa. “April, indeks harga konsumen terlihat membaik dan semua itu diraih ketika dinamika global cukup tinggi. Jadi kita harus percaya ekonomi baik,” ujarnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Lebih lanjut diterangkan, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2018 tetap terkendali atau berada dalam kisaran sasaran ditopang oleh koreksi harga pangan dan ekspektasi yang terjaga. Inflasi IHK pada April 2018 mencapai 0,10% (mtm), melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 0,20% (mtm). Berdasarkan komponennya, perlambatan inflasi IHK tersebut didorong oleh deflasi volatile food dan perlambatan inflasi inti di tengah, kenaikan inflasi administered prices.

Dengan perkembangan tersebut, sampai dengan bulan April, inflasi IHK tercatat 1,09% (ytd) atau secara tahunan sebesar 3,41% (yoy), relatif sama dengan bulan lalu yang tercatat 3,40% (yoy), dan tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi 3,5±1%. Kelompok volatile food pada April 2018 mengalami deflasi seiring koreksi harga beberapa komoditas pangan. Kelompok volatile food mencatat deflasi 0,29% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencatat inflasi sebesar 0,15% (mtm).

Deflasi terutama bersumber dari komoditas beras, ikan segar, dan aneka cabai. Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat 5,08% (yoy). Ke depan, inflasi diperkirakan tetap berada pada sasaran inflasi 2018, yaitu 3,5%±1% (yoy). Koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat terutama sebagai antisipasi meningkatnya inflasi volatile food.(sondenews)