Harga Karet Tetap Stabil ,Petani Tetap Menjerit.

Photo :Palpres

Martapura,Surya Post

Mata pencaharian Masyarakat OKU Timur sebahagian besar adalah petani karet,untuk itu mereka lebih mengenal pada masa musim daun karet gugur.Bilamana musi gugur tersebut datang seperti sekarang ini,hampir semua petani mkaret mengalami musim peceklik.Karena pada musim daun karet gugur pengaruhnya,bila di sadap getah karet tersebut jauh berkurang.Sehingga penghasilan penyadapkan karet jau menurun dari terget yang perna dicapai,untuk itulah sast ini semuah petani karet khususnya dalam wilayah Kabupaten OKU Timur Menjerit.

Hal ini diungkapkan Suker, petani karet warga Tumi, Kecamatan Martapura. “Beberapa kali timbangan getah karet mengalami penurunan. Tidak hanya punya saya sendiri, kejadian ini merata dialami oleh seluruh petani karet,” ujarnya.Selain itu dikatakannya, terjadinya hal tersebut diakibatkan oleh pada musim gugur daun. Kondisi diperkirakan baru akan stabil di bulan Oktober, ketika telah diguyur hujan.“Mengenai harga cukup tinggi dari petani Rp 900/ kg. Ssatu setengah hektar dalam lima belas hari biasanya mencapai 110-130, namun sekarang hanya 90 kg kadang juga 100 kilo,” imbuhnya.

Senada yang disampaikan Deni (45), sebagai pengepul karet dia mengalami penurunan hasil karetnya biasanya. Biasanya sekali berangkat dirinya membawa 4-5 ton karet, kini hanya 3-4 ton saja.“Harapan dari kami petani karet harga tetap stabil sampai dengan getah stabil dan gugur daun ini secepatnya pulih kembali,” katanya.(Sp-net)