IDI Sumbar Raih Rekor MURI Pemeriksaan Disabilitas Terbanyak

Padang,Surya Post

Ikatan Dokter Iindonesia (IDI) wilayah Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena memecahkan rekor pemeriksaan kesehatan 1.100 penyandang disabilitas di daerah itu secara serentak.”Ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi manfaatnya sangat besar untuk masyarakat. Patut untuk diapresiasi,” kata Senior Manager MURI Yusuf Ngadri di Padang, Kamis.Ia berharap rekor MURI yang dicatatkan tersebut dapat memotivasi pihak lain untuk ikut menggagas acara yang serupa, memberikan pelayanan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat banyak.

Tidak disebutkan rekor MURI sebelumnya untuk kategori yang sama, namun menurut penelusuran mesin pencari, rekor itu belum ada didaftarkan sebelumnya.Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengapresiasi langkah yang dilakukan IDI dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap penyandang disabilitas.”Penyandang disabilitas itu sama dengan mereka yang normal. Mereka butuh pelayanan kesehatan, maka dalam memberikan pelayanan kesehatan tidak boleh membedakan-bedakan. Pelayanan kesehatan adalah hak semua warga negara” ujarnya.

Diharapkan momen tersebut akan menjadi awal bagi penyandang disabilitas untuk bisa mendapatkan porsi lebih baik dalam hal pelayanan kesehatan.Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. M Adib Khumaidi Sp.OT dalam kesempatan yang sama menyebutkan pelayanan kesehatan mesti diberikan kepada semua yang membutuhkan, terutama penyandang disabilitas.Hal itu yang coba diwujudkan IDI Sumbar dalam peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-110.

“Kita berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien. Karena, pelayanan kesehatan merupakan hak warga negara. Tak terkecuali, mereka penyandang disabilitas. Untuk itu, pada peringatan HBDI ke-110 ini memberikan pelayanan serentak diseluruh Sumbar dan dipusatkan di Kota Padang,” katanya.Pemeriksaan kesehatan untuk penyandang disabilitas itu ditargetkan untuk 1.100 pasien. Namun, informasi yang berhasil dihimpun jumlah penyandang disabilitas yang ikut serta melebihi target tersebut.*(antaranews)