Indonesia-Malaysia Perkuat Kerjasama

Bogor,Surya Post

Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mempererat persahabatan melalui kerja sama di berbagai bidang. Hal ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kedua negara.Peningkatan kerja sama ini disepakati saat pimpinan kedua negara, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia (PM) Mahathir Mohamad, bertemu di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, kemarin. Pertemuan empat mata antara Jokowi dan Mahathir berlangsung di beranda Istana. ”Merupakan kehormatan bagi Indonesia untuk menerima kunjungan Bapak PM Malaysia Dr Tun Mahathir bin Mohamad. Dan, Indonesia merupakan negara pertama di ASEAN yang dikunjungi oleh beliau Bapak Tun Mahathir setelah beliau memangku jabatan sebagai perdana menteri,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pernyataan pers bersama di Istana Bogor. Jokowi mengaku banyak hal yang dibicarakan dengan Mahathir.

Namun, hal yang ditekankan adalah adanya komitmen yang sama dalam mewujudkan good governance, pemberantasan korupsi, pentingnya konektivitas, dan penyelesaian batas negara. ”Satu per satu akan mulai kita bahas di forum-forum di tingkat menteri. Kita juga berbicara untuk bekerja sama bersama-sama di perbatasan sehingga keuntungan didapat oleh Malaysia maupun Indonesia,” tuturnya. Mantan wali kota Surakarta itu meminta kepada Mahathir untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI), termasuk juga penyediaan sekolah bagi anakanak TKI yang berada di Malaysia.

”Yang berkaitan dengan internasional, kami tadi juga berbicara mengenai Laut Cina Selatan. Dan, kita memiliki komitmen yang sama bahwa penyelesaian lewat dialog yang berbasis pada hukum-hukum internasional akan kita kedepankan,” tuturnya. Pada kesempatan itu, Jokowi juga sempat bercerita mengenai pengalamannya melakukan test drive bersama Mahathir pada 2015. Saat itu Mahathir sendiri yang secara langsung menyetir mobil tersebut dengan kecepatan 180 km/jam. ”Saya diajak oleh Bapak Tun Mahathir untuk test drive mobil Proton. Tapi saya tidak takut, saya tidak khawatir karena driver-nya adalah Bapak Tun Mahathir. Kalau drivernya bukan beliau, saya kira saya akan takut,” tuturnya.

Sementara itu, Mahathir menyampaikan rasa terima kasihnya dan merasa gembira atas upacara penyambutan yang diadakan oleh Indonesia. Dia mengatakan bahwa alasan memilih Indonesia sebagai negara yang dikunjungi pertama kali di ASEAN karena negara tetangga terdekat. ”Lawatan ke luar negeri saya bermula dari Indonesia karena jiran (tetangga) yang terdekat dan karena hubungan kekeluargaan. Banyak kesamaan antara orang Indonesia dan Malaysia, bahkan ramai penduduk Malaysia datang dari Indonesia, termasuk mertua saya,” ujarnya.Senada dengan Jokowi, PM berusia 92 tahun ini berharap persahabatan Indonesia-Malaysia dapat ditingkatkan di berbagai bidang karena akan ada banyak manfaat yang diperoleh, misalnya Indonesia dan Malaysia menghadapi persoalan yang sama dalam hal ekspor kelapa sawit ke Eropa.

”Kita perlu bersama-sama melawan. Pujah (argumen) mereka bahwa minyak sawit ini didapati daripada hutan-hutan yang telah ditebang oleh pengusaha, dan dengan itu dia memiliki kesan (efek) yang buruk kepada cuaca. Ini tidak benar sama sekali. Mungkin lebih daripada tentangan me reka, mungkin berasal daripada ekonomi dan keuangan mereka daripada masalah enviroment (lingkungan),” paparnya Mahathir pun berjanji akan memastikan bahwa anak-anak TKI di Malaysia memiliki kesempatan belajar yang sama.

Selain itu, persoalan batas negara juga akan segera dituntaskan. Bahkan, dia me ngajak Indonesia untuk mem bangun perbatasan ber sama-sama. ”Perlu ada perkongsian antara Indonesia dan Malaysia seperti mana Malaysia me nga dakan perkongsian de ngan Thailand, di mana kita me nga dakan joint development area,” tuturnya. Tidak hanya itu, Mahathir menyebut akan ada kerja sama antara Indonesia-Malaysia dalam pengembangan industri automotif. Hal ini sebenarnya sudah dibicarakan sejak 2015 saat test drive Proton, tapi belum ada kelanjutannya.(Sindonews)