Inggris Bakal Lepas Tanker Iran dengan Syarat

Jakarta, Surya Post

Pemerintah Inggris menyatakan bakal melepas kapal supertanker milik Iran, Grace 1, yang ditangkap di Gibraltar pekan lalu karena diduga melanggar sanksi dengan mengirim minyak untuk Suriah. Menteri Luar Negeri, Jeremy Hunt, menyatakan langkah itu diambil untuk menurunkan ketegangan jika Iran bisa menjamin tujuan kapal itu bukan untuk melanggar sanksi Uni Eropa dan Amerika Serikat.”Inggris akan membantu pembebasan (kapal) jika ada jaminan tidak akan menuju Suriah dalam proses persidangan di Gibraltar. Saya memastikan keprihatinan kami adalah tujuannya dan bukan asal minyak yang diangkut Grace 1,” kata Hunt seperti dilansir AFP, Senin (15/7).Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyatakan pemerintahnya tidak berniat memperpanjang perselisihan dengan Inggris. Dia berharap masalah itu bisa segera selesai dan tidak merugikan pihak manapun.

Di sisi lain, Hunt menyinggung soal penahanan seorang warga Inggris keturunan Iran, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, kepada Zarif. Dia berharap Nazanin segera dibebaskan. Zarif menyatakan dia berjanji akan mengusahakan jalan keluar yang terbaik.Angkatan Laut Inggris menahan Grace 1 di Gibraltar pada 4 Juli lalu. Penyitaan itu dilakukan lantaran kapal tanker Iran diduga hendak mengirim minyak ke Suriah.Pemerintah Inggris menyatakan tiga kapal perang Iran sempat mencoba menghalangi laju kapal tanker British Heritage milik perusahaan minyak British Petroleum (BP) saat melintasi Selat Hormuz. Namun, mereka perlahan mundur setelah kapal perang Inggris, HMS Montrose, memberi peringatan akan melepaskan tembakan jika kapal perang Iran tidak menyingkir.

Penahanan kapal juga terjadi ketika ketegangan Iran-Amerika Serikat terus memanas sejak Gedung Putih menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 pada 2018 lalu.Sejak itu, AS kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Iran sebagai tekanan agar negara di Timur Tengah itu mau menghentikan tindakan yang dianggap Washington mengancam stabilitas keamanan kawasan.Baru-baru ini, Iran merespons sanksi AS tersebut dengan kembali melakukan pengayaan uranium dan program nuklirnya. (CNN Indonesia)