Inilah Cerita Kenapa Ada Barong Bali di Chingay Parade Singapura

Singapura – Delegasi Indonesia tampil memukau dalam Chingay Parade di Singapura. Dalam rombongan parade, ada aksi Barong Bali yang sudah menarik perhatian pengunjung sejak parade belum dimulai.Chingay Parade ditutup para Sabtu (11/2) kemarin. Dalam penutupan yang megah tersebut kontingen Indonesia mendapat sambutan meriah dari sekitar 85 ribu penonton yang memadati tribun F1 Pit Building, tempat parade tahunan ini digelar.Dari rilis resmi delegasi Indonesia kepada detikTravel, Senin (13/2/2017) mereka menampilkan komposisi musik dan koreografi bertema Kuda Lumping. Kontingen Indonesia yang terdiri dari 250 penampil dari berbagai daerah di Indonesia disambut gemuruh tepuk tangan penonton.

Sebagai tim delegasi internasional terbesar, Indonesia ditempatkan sebagai pembuka, di depan tim dari China, Malaysia, Kamboja, Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Thailand yang juga ikut berpartisipasi. Tim dari Institut Seni Indonesia Denpasar menjadi salah satu tim pendukung kontingen Indonesia. Beranggotakan 29 penampil, mereka saat menyajikan berbagai kesenian tradisional khas Bali. Tari kecak dengan atraksi barong menjadi atraksi andalan. Barong Bali nan khas menyedot perhatian bahkan saat barong tersebut masih berada di tenda tim Indonesia.”Untuk membawa Barong ini ke lokasi acara ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah upacara pembersihan dengan menggunakan sesaji.

Tujuannya untuk membersihan dari hal-hal yang tidak baik,” ungkap Prof Dr I Gede Arya Sugiarta S SKar MHum, Rektor ISI Denpasar yang ikut juga tampil dalam karnaval kali ini.Ditambahkan pria yang akrab disapa Pak Arya ini, Barong yang ditampilkan dalam Chingay Parade 2017 ini dipinjam dari National University of Singapore (NUS). Jadi Barong ini bukan dibawa dari Bali. “Salah satu profesor di NUS yang sangat tertarik dengan budaya Bali, hingga membeli satu perangkat Barong Bali untuk dikoleksi dan dipajang di NUS,” sambung pria yang pada 2002 juga pernah berparade di event yang sama ini.

Prosesi sesaji Barong di tenda Indonesia tentu saja menarik minat banyak peserta parade untuk melihatnya. Selain unik, tentu sajian tradisi seperti ini sangat jarang dilakukan di luar Bali, apalagi di luar negeri. Selain anggota delegasi Indonesia, peserta yang berasal negara lain pun segera mengabadikan momen yang mungkin baru mereka lihat untuk pertama kalinya ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kehadiran kontingen kesenian Indonesia kali ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata RI lewat branding Wonderful Indonesia. Selain sebagai ajang memperkenalkan kekayaan khazanah seni budaya, event ini juga dijadikan sebagai promosi berbagai destinasi menarik di indonesia, dengan harapan para wisatawan tertarik untuk mengunjungi keindahan Indonesia. Tak terkecuali keunikan budaya Bali seperti yang ditampilkan oleh tim kesenian ISI Denpasar. (detik.com)