Jambore Masyarakat Gambut 2018 Resmi Ditutup

Banjar,Surya Post

Jambore Masyarakat Gambut 2018 resmi ditutup, Senin (30/4/2018). Acara penutupan tersebut digelar di Taman Kiram, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.Ada ribuan petani dari 265 desa yang tersebar di berbagai provinsi di Riau Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua selama tiga hari mengikuti kegiatan mengelola pertanian gambut dengan baik.Pada kesempatan ini para petani juga mendeklarasikan komitmen memelihara gambut. Deklarasi dengan sebutan “Deklarasi Banjar” ini dibacakan oleh 14 perwakilan petani dari tujuh provinsi.

Ada empat poin dalam deklarasi tersebut. Pertama, mendukung para petani dalam upaya pencegahan kebakaran hutan melalui restorasi gambut. Kedua, berpartisipasi dalam perlindungan gambut berbasis kerja sama desa dan kawasan. Ketiga, siap menjalankan pengelolaan lahan gambut tanpa membakar. Keempat, mendesak agar program restorasi gambut berbasis komunitas dan desa dipercepat dan diperluas.Mereka juga bertemu praktisi bisnis dan seniman guna meningkatkan kemampuan menambah produk dan kerajinan gambut.

“Para petani pun mendapat pengetahuan teknis untuk pemeliharaan sekat kanal dan sumur bor,” ujar Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, Senin (30/4/2018).Nazir menambahkan, Jambore ini menjadi ajang promosi produk pertanian gambut, kemudian mereka juga bersemangat mengikuti pameran pasar gambut. “Kelompok masyarakat gabungan desa-desa binaan BRG menyatakan bahwa selama dua hari jambore mereka mendapat omzet penjualan sebesar Rp8 juta. Ini hasil jambore untuk perkuat ekonomi masyarakat desa gambut.”(sindonews)