Kabupaten Ogan Ilir Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Palembang, Surya Post

Bangsa Indonesia diuntungkan sebagai negara tropis yang memiliki maritim terbesar di dunia dan memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang disatukan oleh laut dan luas lautnya 76 persen dari teritorial Indonesia. Sehingga sangat potensial terhadap rencana pemerintah untuk pengembangan energi baru terbarukan secara profesional.Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Jasa Kemnko Maritim, Agung Kuswandono di sela kegiatan Rapat Koordinasi dan Peninjauan Lapangan dalam rangka Kaji Banding Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Sekam Padi di Hotel Alts Palembang menyampaikan, dengan letak geografis yang semacam tersebut di atas maka Indonesia memiliki SDA yang luar biasa seperti matahari, angin, arus laut sebagai Pembangkit Energi Listrik, dan begitu pula dengan potensi Sekam Padi.

“Selama 365 hari selama satu tahun kita panas oleh matahari, angin juga berpotensi besar sebagai tenaga listrik, arus laut juga dapat digunakan untuk listrik, begitu juga dengan Sekam Padi, Indonesia sangat kaya akan Sekam Padi yang dapat kita gunakan sebagai pembangkit energi listrik,” urainya, Selasa (23/04/2019).Dijelaskan Agung, sekam padi Indonesia produksi padinya luar biasa banyak dan itu artinya sekamnya juga luar biasa banyak.Nah, di Vietnam ternyata sekam padi sudah dikembangkan untuk menjadi energi listrik sudah berjalan didukung oleh pemerintah.Dan Indonesia sendiri saat ini sedang dikembangkan di Kabupaten Kabupaten Ogan Ilir (OI) di sana ada perusahaan yang mengembangkan Sekam Padi ini untuk energi listrik.

“Nah kalau dia bergerak sendiri tentunya susah harus didorong dan dibantu oleh pemerintah terutama masalah perizinan, regulasi dan segala macamnya, pemerintah harus begerak baik pusat maupun daerah, dengan pola fikir seperti ini. Maka sebenarnya secara pribadi saya berpikir bahwa energi baru terbarukan ini kedepan harus menjadi energi prioritas dan Perpres mengeni Energi Baru Terbarukan juga sudah dibuatkan yang menyebutkan bahwa Energi Baru Terbarukan adalah prioritas,” urainya.

“Kita semakin akan mengurangi penggunakan energi fosil, dan kita sudah mulai menggunakan biofuell. Masih B20 lalu sedang dilakukan pengujian B30 lalu B50. Bahkan Pak Presiden Pak Menko minta kalau bisa B100, karena kita punya sumber daya alam kelapa sawit yang luar biasa banyak, nah kalau ini bisa kita serap untuk Indonesia sendiri maka penyerapan kelapa sawit akan selesai dan biaya yang bisa kita kurangi untuk energi itu mencapai puluhan triliun,” jelasnya.Rakor ini bertujuan untuk mengajak semua pihak untuk mulai berfikir menyatukan wawasan bahwa energi baru terbarukan ini saat ini pengolahannya masih kurang greget.

Target 23% untuk tahun 2025. Dan kalau memeng sudah niat membuat energi baru terbarukan menjadi prioritas maka harus melihat kebutuhan yang disesuaian dengan sumber energy yang ada di daerah tersebut.Bisa saja itu sumbernya dari matahari, Air, Angin, atau Sekam Padi dan lain sebagainya sehingga dengan sendirinya kebutuhan energy fosil semakin berkurang.“Nah sekali lagi melalui Rakor ini kita mengangkat isu-isu nasional, kita undang pihak pemda Palembang, Subang, Majalengka, Sulawesi Selatan dan semua pihak yang kira-kira nanti mempunyai bagian dalam pengembangan energi baru terbarukan dundang, dan nanti ada rencana semua daerah akan diundang untuk mendata potensi daerah dalam membangun sesuai dengan potensi daerah,” tambahnya. (Sumselupdate.com)