Kabupaten OKU Timur Sukses Kembangkan Padi Organik

….Berapa pun maunya agen kami siap, karena di OKU Timur sudah ada persawahaan yang memang khusus menghasilkan beras organik ini….

OKU Timur,Surya Post

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan sukses mengembangkan pertanian organik yang menghasilkan produk beras merah yang sudah dijual di sejumlah pasar modern.Bupati Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, HM Kholid Mawardi di Martapura, Kamis, mengatakan, beberapa waktu lalu dilakukan panen raya padi organik, yakni tepatnya di Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang Raya, Selasa (6/8).Panen ini dilakukan bertepatan dengan upaya pemkab membasmi hama wereng yang menyerang sawah konvensional. “Ini menunjukkan bahwa padi organik jauh lebih unggul, bisa dipanen di saat hama wereng menyerang padi lain,” kata dia.

Ia mengatakan tanaman padi organik tersebut menghasilkan jenis beras merah yang saat ini sangat diminati masyarakat. Padi organik ini menggunakan bibit beras merah dari Sukamandi dan Kabupaten Wonogiri.“Kalau yang dari Sukamandi baik padi maupun berasnya tidak terlalu merah tapi sangat pulen. Sementara yang berasal dari Wonogiri padi dan berasnya berwarna merah,” ujar Kholid.Saat ini, Pemkab OKU Timur membidik agen beras organik untuk perluasan pasar ke luar daerah hingga manca negara. Sejauh ini minat kalangan perorangan maupun perusahaan untuk merambah bisnis ini masih perlu didorong

Untuk itu, pemerintah saat ini gencar mempromosikan beras organik ini agar banyak pihak tertarik menjadi agen mengingat petani yang tergabung dalam kelompok tani sudah berproduksi dengan baik.“Berapa pun maunya agen kami siap, karena di OKU Timur sudah ada persawahaan yang memang khusus menghasilkan beras organik ini,” kata Kholid.Kabupaten OKU Timur yang menjadi sentra produksi beras di Sumatera Selatan bersama Banyuasin dan Musi Rawas ini telah mengembangkan persawahan organik sejak dua tahun terakhir.Tak tanggung-tanggung, produk keluaran OKU Timur ini sudah memiliki lisensi internasional dari lembaga yang sudah diakui organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) sehingga beras organik ini dipastikan tidak terkontaminasi zat-zat kimia.

Untuk mendapatkan sertifikasi organik ini, menurut Kholid tidaklah mudah karena persawahan harus steril dari penggunaan zat kimia kurang lebih selama tiga tahun sebelum digunakan, begitu pula sumber airnya.Sejauh ini, beras organik produksi Gabungan Kelompok Tani ini sudah dipasarkan di pasar-pasar modern Palembang seperti di Carrefour. Sementara, untuk sebaran di luar Palembang yakni melalui agen perorangan maupun melalui pameran-pameran produk pangan.Beras organik yang menembus pasar modern ini telah dikemas dengan sangat menarik. Bulir-bulir berasnya terlihat disusun rapi dan tidak patah, dimasukkan dalam kantung plastik, kemudian divakum dengan harga berkisar Rp13.000-Rp15.000 per bungkus seberat 0,5 kg.

Sementara jika sudah masuk di pasar modern berkisar Rp25.000/bungkus. Kemudian, jika sudah sampai di Eropa diperkirakan bisa menembus harga Rp80.000/bungkus dan di Amerika Serikat Rp60.000/bungkus.Namun, jika membeli langsung ke koperasi milik petani di OKU Timur maka harga akan lebih murah yakni untuk beras putih Rp22.000/kg, beras merah Rp23.000/kg dan beras hitam Rp14.000/kg.“Kami butuh jaringan untuk membawa beras organik ini keluar OKU Timur. Jika bisa, jangan sebatas di kota-kota Indonesia saja tapi bisa menembus pasar ekspor,” kata Kholid.Kabupaten OKU Timur sejak lama menjadi sentra pangand di Sumsel dengan produksi per tahun mencapai 1 juta ton gabah kering panen (GKP) atau setara 650 ribu ton beras.“Sementara tingkat konsumsi beras masyarakat OKU Timur untuk 700.000 jiwa hanya menghabiskan 70 ribu ton beras per tahun. Sisanya 500 ribu ton lebih dijual ke luar OKU Timur hingga ke Pulau Jawa,” kata dia.(Antara)