Karena Tida Ada Biaya Penubusan Rp.34 Juta Bayi 4 Bulan Belum Boleh Dibawa Pulang

Foto : Sropoku

Prabumulih,Surya Post

Seorang Anak bayi berumur 4 bulan kelahiran 23 September 2019 bernama Delfa Barqi Abbasy , dari pasangan Febriyanto (27) dan Yul Armi Kurniati (23), warga Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih,diwarat di sebuah RS Swesta di kota Prabumulih.Dikarenakan orangtua Delfa tidak mempunyai biaya perwatan sebesar Rp.34 juta untuk nebus anaknya Delfa,maka anaknya tersebut ditahan pihak rumah sakit di kota Prabumulih dan tak boleh dibawa pulang oleh keluarganya.Akibat keterbatasan biaya untuk menebus sang bayi, Febryanto dan istri terpaksa menahan rindu berhari-hari untuk menggendong si buah hati.Tak hanya itu, kedua pasangan yang merupakan keluarga tidak mampu itu terpaksa harus bolak balik Rumah Sakit untuk melihat sang anak Delfa Barqi Abbasy.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Prabumulih, dr Happy Tedjo, melalui Sekretaris dr Hesty Widianingsih mengungkapkan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah terkait bayi yang ditahan pihak rumah sakit swasta karena orangtua bayi belum bisa membayar administrasi.”Kami tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah, karena memang saat ini bayi dalam keadaan sudah sehat dan rumah sakit sudah mempersilahkan membawa pulang dengan catatan asal administrasi dibayar,” ungkap Hesty ketika dihubungi wartawan melalui telpon, Senin (13/01/2020).Selain itu juga dikatakan Hesty, pihak dinas kesehatan sendiri sebelumnya telah membantu sebesar Rp 3 juta dari dana pribadi dan sumbangan seluruh pegawai disebabkan untuk membantu secara kedinasan tidak ada regulasi yang memperbolehkan.

“Kenapa tidak bisa kita bantu karena bayi sudah tidak lagi dalam perawatan medis tapi sudah sehat, kecuali ketika dua atau tiga hari setelah dilahirkan atau ketika menjalani perawatan menghubungi kita maka bisa kita upayakan bantuan,” katanya.Lebih lanjut Hesty menuturkan pihak keluarga dengan dibantu salah satu lembaga sosial masyarakat memberitahu dan menghubungi pihaknya setelah perawatan selesai dan tinggal penyelesaian biaya rumah sakit.

Disinggung mengapa Dinas Kesehatan tidak menjamin bayi agar bisa dibawa pulang sembari orang tua mencicil, Hesty menuturkan pihak rumah sakit mengungkapkan kepada dinas kesehatan jika kasus semacam itu sudah sering terjadi dan pihak keluarga tidak bertanggungjawab.”Menurut mereka orang tua bayi ini susah dihubungi dan tidak ada yang mau menjamin, rumah sakit ini swasta dan mereka mempunyai tuntutan untuk manajemen apalagi katanya bisa dicicil asal ada yang jamin, kita sendiri tidak bisa berbuat apa-apa tapi kita akan upayakan meminta bantuan donatur-donatur,” katanya.(Red-Net)