Kasus Csr Bantuan Sapi, Bupati Dilaporkan Ke Kejari

Banyuasin,Surya Post

Bupati Banyuasin SA Supriono dilaporkan Front Aktivis Biru Sumsel ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin, Kamis (12/4) pukul 10.00 WIB. Orang Nomor 1 di Banyuasin itu, dituduh telah menyalahgunakan bantuan sapi yang merupakan CSR dari SKK Migas Sumbagsel dan KKKS wilayah Kabupaten Banyuasin.Mereka menyebut bantuan tersebut telah diserah terima berupa 1 unit kandang dan 9 ekor sapi yang mestinya dikelola kelompok tani dilahan milik Pemkab Banyuasin, tepatnya di Desa Muara Sugih Kecamatan Tanjung Lago, 31 Januari 2017 lalu.

“Kami mempertanyakan kemana bantuan sapi tersebut, dan diduga telah direlokasikan di kebun Bupati Supriono,” tuding Heryadi, Koordinator Aksi.Heryadi menilai bantuan sapi yang diberikan langsung oleh Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Tirat Sambu Ichtiar kepada Bupati Supriono, mestinya dapat menghasilkan ekonomi bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar. Heryadi menduga, bantuan CSR itu sengaja di relokasi ke kebun Bupati dikarenakan lokasi lahan yang dijadikan demplot (percontohan) peternakan dan pertanian dekat dengan lahan milik Bupati Supriono.

Kepada Kejari Banyuasin, Heryadi minta dilakukan investigasi dan penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan kebijakan CSR dari PT Pertamina dan PT Medco yang diduga direlokasikan atau diambil alih oleh Bupati Banyuasin. “Meminta kepada Kejari turun ke lapangan agar bertindak tegas dan menegajkan supremasi hukum tanpa pandang bulu,”tegasnya.Para aktivis tersebut, diterima oleh Kasi Pidum Kejari Banyuasin Aka Kurniawan SH. Kasi Pidum mengatakan akan menyampaikan laporan masyarakat ini kepada pimpinan, dan minta pelapor dapat memberikan data pendukung supaya diproses temuan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah percaya kepada Kejari, untuk menyelidiki atas temuan dugaan penyalahgunaan CSR,” katanya. Usai dari Kejari Banyuasin, massa langsung menuju Kantor Bupati Banyuasin untuk melakukan aksi. “Kami minta Bupati\ segera memberikan keterangan dugaan penyalahgunaan wewenang dan kebijakan masalah CSR ini,”sambung Heri.

Sementara Bupati Banyuasin SA Supriono melalui Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim, membantah tuduhan itu. Menurut dia, bantuan CSR berupa 1 unit bangunan fasilitas kandang sapi dan ternak sapi sebanyak 9 ekor dari SKK-Migas/PT. Medco tersebut dibangun diatas tanah milik Pemda Kab. Banyuasin seluas 45.160 M2. Tercatat pada Simda barang Disnakertrans Kab. Banyuasin, pengadaan tahun 2007, peruntukannya untuk Balai Latihan Kerja (BLK).“Bantuan fasilitas kandang sapi dan ternak sapi CSR tersebut diterima oleh Ir. S.A. Supriono, MM selaku Bupati Banyuasin mewakili Pemda Banyuasin dari Lembaga/Perusahaan Pemberi bantuan CSR,” jelasnya. Selanjutnya, bantuan itu diserahkan oleh Bupati Banyuasin kepada Kelompok Tani Karya Tani Desa Muara Sugih Kec.

Tanjung Lago dan diterima oleh Asnawi selaku Ketua Kelompok Tani Karya Tani, untuk dipelihara dan dikembangbiakkan.
Lebih lanjut Erwin menjelaskan, manfaat program tersebut guna kemaslahatan seluruh anggota kelompok tani dan masyarakat Desa Muara Sugih, Kec Tanjung Lago. “Jadi tidak ada sapi bantuan tersebut ditarik dan diletakkan ke tanah pribadi Pak bupati Supriono,”pungkasnya. (Palpres)