Kembangkan Sirip Tol Trans Sumatra,Pemerintah Siapkan Investasi Rp85,5 T Bangun Tol Sepanjang 329,3 Kilometer

Ditandai dengan Penekanan Sirine dan Peninjauan Titik Nol Tol oleh Menteri PUPR, Menhub RI dan Gubernur Sumsel

Muaraenim, Surya Post

Usai peresmian operasional Terminal Bandara Silampari di Kota Lubuk Linggau, Selasa (9/47) pagi, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melanjutkan agenda kegiatannya mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Ir Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, DR Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono melakukan Pencanangan Pembangunan Jalan Tol Indralaya Ogan Ilir-Muara Enim.dan Muara Enim – Lubuk Linggau dipusatkan di Simpang Kepur Kota Muara Enim yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 48 Triliun.Pada acara pencanangan yang dipusatkan di Simpang Kepur Muara Enim tersebut, ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim

dan ruas Jalan tol Muara Enim-Lubuk Linggau antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Hutama Karya (Persero) selaku pihak kontraktor.Adapun ruas jalan tol Indralaya Ogan Ilir (OI)-Muara Enim dan Muara Enim – Lubuk Linggau tersebut memiliki panjang 235 kilometer dengan estimasi investasi Rp 48 triliun. Dengan rincian untuk ruas Indralaya-Muaraenim dengan panjang 119 kilometer membutuhkan investrasi Rp 24,1 triliun. Adapun ruas tol Muara Enim-LubukLinggau dibangun dengan panjang 114 Kilometer dengan investasi senilai Rp 23,7 triliun.Atau jika dirinci setiap kilometernya menelan anggaran Rp 205 miliar. Angka tersebut dinilai lebih mahal karena kontur lahan dan kondisi geografis yang memerlukan penanganan khusus.

Ruas jalan tol Indralaya-Lubuk Linggau dan Bengkulu merupakan satu dari tiga lintas yang dibuat melintang atau koridor pendukung di Pulau Sumatera. Dimana dua lintas lainnya yakni Padang-Pekanbaru dan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat-Sibolga. Yang diharapkan koridor pendukung tersebut dapat mengurangi ketimpangan pembangunan antara Kota-kota di Pantai Barat dan Kota-kota di Pantai Timur Sumatera.Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Menteri PUPR dan Menhub RI atas digelarnya

groundbreaking (peletakan batu pertama) jalan tol Indralaya-Muara Enim dan Muara Enim-Lubuk Linggau yang diyakini akan memangkas waktu perjalanan hingga 50 persen.“Hari ini mimpi kita jadi kenyataan, jalan tol dibangun di Muaraenim. Exit tol ada di kita Muara Enim. Ini patut kita syukuri dengan mengucap Alhamdulillahi robbil Alamin. Ini idak urung lagi. Tol sepanjang Muara Enim-Simpang Indralaya akan terwujud,” tambahnya.Dia mengajak masyarakat Muara Enim dapat memberikan kemudahan dalam. Rest area buka lapak makanan lokal. Ruas jalan modern ini akan menjadi perhatian masyarakat, nasional dan internasional.

“Sebelum tanggal 8 November 2018 lalu. Muara Enim- Palembang ditempuh 12 jam. saya teken pentutupan mobil Batubara dijalan umum, sehingga waktu tempuh menjadi 4 jam. Ternyata ada yang lebih lagi tandatangan Presiden bangun tol jarak tempuh Muara Enim-Palembang menjadi 1,5 jam” ujar Deru.Menteri PUPR, Mochamad Basuki Hadimuljono menegaskan, asalkan disegerakannya pembangun jalan tol ini untuk menunjang tol trans Sumatera sepanjang 350 meter antara Lampung-Indralaya. Sedangkan siripnya dibangun antara Indralaya-Lubuk Linggau hingga Bengkulu.“Saya harap masyarakat dapat mendukung terkait dengan pembebasan lahan. Untuk kawasan exit-nya harus menunjang kawasan-kawasan industri. Sedangkan Untuk kawasan rest area akan persilahkan buka lapak makanan rakyat,” harap Menteri.

Sementara itu sebelumnya Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT,) Danang Parikesit dalam laporannya menyebutkan, jika sebelumnya waktu tempuh Palembang-Muara Enim empat jam. Dengan adanya tol ini jarak tempuh diperkirakan menjadi 1,5 hingga 2 jam.Sedangkan proyek tol ini diperkirakan akan rampung Desember 2022.“Kita harapkan disekitar koridor tol akan tumbuh ekonomi kerakyataan baru dalam rangka menunjang peningkatan pembangunan daerah,” tambahnya sembari menyebutkan untuk tarif tol nantinya akan disesuaikan dengan inflasi daerah tersebut.Dilain pihak Wahyu Sanjaya selaku anggota DPR RI menilai keberadaan jalan tol diharapkan dapat meningkatkan akses lalu lintas mempercepat lalu lintas ekonomi warga baik barang maupun jasa. Namun masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan oleh pemerintah.

“Saya harap para kades dapat memperlancar proses pembebasan lahannya. Demi suksesnya pembangunan jalan tol ini nanti,” harap Wahyu sembari mengucapkan terima kasih atas nama rakyat Muaraenim atas adanya pembangunan jalan tol tersebut.Dibagian akhir acara dilakukan Penandatanganan antara Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT,) Danang Parigesit dengan Dirut PT Hutama Karya Bintang Perbowo berupa penandatanganan yang pertama ruas tol Muara Enim-Indarlaya. Dan penandatanganan ke dua ruas tol Muaraenim-Libuk Linggau. Dilanjutkan dengan penekanan sirine dan peninjauan langsung titik nol ruas jalan tol Muara Enim-Indralaya dan Muara Enim-Lubuk Linggau oleh Gubernur Sumsel, Menteri PUPR, Menhub, Dirut Hutama Karya. Kepala BPJT. Bupati Muara Enim dan WaliKota Lubuk Linggau. (BP)