Kenderaan Perusahan Mengangkut Buah Kelapa Sawit, Jangan Melebihi Muatan.

Kenderaan Perusahan Mengangkut Buah Kelapa Sawit, Jangan Melebihi Muatan.

Empatlawang,Surya Post

PT Perkebunan kelapa sawit yang beroprasi dalam wilayah kecamatan Pendopo, antara lain iyalah PT.Elap dsan PT KKST supaya semuah kenderaan milik perusahan yang mengangkut bauah kelapa sawit,terutama yang melintasi jalan poros Noerdin Pandji jangan melebihi muatan.Peringati ini dikatakan anggota Anggota DPRD Empatlawang dari dapil tiga Kecamatan Asmawi,karena menurut anggota DPRD Empatlawang ini, beban karena akibat beben jalan tersebut belum sesuai akan dilalui oleh kenderaan bermuatan berat.0leh karena Asmawi meminta pada kendaraan angkut buah sawit milik perusahaan tersebut khususnya yang melewati jalan poros,muatanya di sesuaikan dengan kondisi jalan tersebut,untuki menajaga atas kerusakan jalan poros Noerdin Pandji.

” kalau terus-terusan itu bisa merusak jalan, jalan poros inikan dibangun pemerintah untuk umum, mereka perusahaan lewat jalan poros harusnya jangan dengan beban maksimum, lihat saja beberapa lokasi jalan sudah rusak berlobang,” ungkap Asmawi saat reses didaerah pilihannya di tiga, Kecamatan Pendopo.Selain itu juga Asmawi menambahkan kondisi didaerah tersebut harus dicarikan solusi oleh pihak pemerintah daerah, dalam hal ini bupati dan perusahaan agar ketahanan jalan poros lebih lama dan warga pengguna jalan nyaman.ebagai mana conto belum lama ini  warga setempat dan karyawan Puskesmas di Pendopo,telah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan rusak dan berada di tanjakan.

“Saya rasa ukuran beban 9 ton angkutan buah sawit lewat jalan ini itu sudah melebihi,” tambahnya.Lain lagi yang dikatakan oleh Mehamad Reza anggota DPRD Empatlawang dari Partai PKB, menurutnya pihak perusahaan agar memberikan kontribusi terhadap kondisi jalan yang dilewati perusahaan.Muhamad Reza juga  menambahkan adanya program CSR perusahaan dan plasma kepada masyarakat,” jadi sampai saat ini CSR ini belum tahu kita, tidak tahu timnya, penerapan seperti apa bagaimana CSR ini diberikan, begitu juga plasma nama-nama warga yang dapat plasma itu siapa biar terang, hal ini akan kami tindak lanjuti dalam rapat ” ungkap beberapa anggota DPRD Kabupaten Empatlawang memberi komentar atas penemuanya pada saat reses tentang dua perusahan tersebut. PT Elap dan KKST di Empatlawang, Sanawi didepan DPRD yang hadir mengakui belum ada yang pihaknya berikan kontribusi nyata untuk jalan poros yang dilewati.

Selama ini mobil angkut buah melewati jalan poros Noerdin Pandji dibawa ke Bengkulu menurutnya kendaraan angkutan buah yang lewat masih standar.”Mohon maaf memang selama ini belum banyak yang kami perbuat untuk jalan, selama ini sekitar 8 sampai 9 ton sekali angkut, kalau itu sudah maksimal akan kami kurangi,” katanya.”Mohon maaf memang selama ini belum banyak yang kami perbuat untuk jalan, selama ini sekitar 8 sampai 9 ton sekali angkut, kalau itu sudah maksimal akan kami kurangi,” katanya.(Adm-Sp)