Kisah Lamborghini Oranye: Pelat Palsu, Penodongan dan KecelakaanURL telah disalin

Jakarta,Surya Post

Lamborghini warna oranye bernopol B-27-AYR sempat membuat geger karena aksi penodongan yang dilakukan pengemudi Abdul Malik, kepada pelajar di Kemang, Jakarta Selatan. Kejadian itu kemudian mengungkap fakta lain mulai dari pelat palsu hingga kecelakaan di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.Dirangkum detikcom, Abdul Malik ditangkap Satreskrim Polres Jakarta Selatan pada Senin (23/12) malam, setelah aksi penodongan dilaporkan oleh orang tua salah satu korban bernama Aiman (16). Akan tetapi, penyidik Satreskrim Polres Jakarta Selatan saat itu belum menyita mobil tersebut, lantaran terkendala masalah teknis.”Jadi begini, kan ‘pas malam itu kita tangkap yang bersangkutan, ‘kan kita amankan pelakunya. Mobilnya belum kita amankan, karena yang bisa bawa mobil hanya tersangka,” jelas Andi saat dihubungi wartawan, Rabu (25/12/2019).

Namun pada malam itu, polisi sudah mengingatkan agar mobil tersebut tidak dibawa keluar. Polisi tidak menyangka, pada malam itu, mobil tersebut rupanya dibawa mengaspal oleh MS, adik Abdul Malik, hingga terjadi kecelakaan di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (22/12).”Nah ternyata pas malam itu kita periksa tersangka, malam itu sekitar jam 1.00 dini hari (Selasa 22 Desember), mobilnya dibawa adiknya. Adiknya ternyata menabrak separator jalan di dekat Sarinah ya,” katanya.Andi menyebut, separator jalan rusak akibat kejadian itu.”Makanya ada permasalahan pelanggaran lalu lintas juga itu, ditangani Ditlantas. Tapi itu tanya aja ke Subdit Gakkum,” lanjut Andi.

Kecelakaan di Thamrin
Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menjelaskan kecelakaan itu terjadi di Jl MH Thamrin, pada Selasa (24/12) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, MS baru pulang dari Senayan, Jakarta Pusat.”Pada saat kendaraan Lamborghini yang dikemudikan oleh MS melaju dari arah timur di Jalan Wahid Hasim, Jakarta Pusat, pada saat berbelok arah ke arah selatan Jl MH Thamrin, sesampainya di TKP tepatnya di depan Gedung Sarinah kendaraan oleng ke kanan menabrak separator busway,” jelas Fahri.Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Namun kecelakaan itu mengakibatkan kerusakan pada bagian depan dan samping kiri mobil Lamborghini.Fahri menyebut, MS tidak sendiri saat itu. Dia ditemani temannya, seorang perempuan.

“Setelah kejadian, MS pulang bersama penumpang saudari LS meninggalkan TKP dan kendaraannya untuk menuju pulang ke rumah,” lanjutnya.Selanjutnya, Lamborghini dibawa oleh petugas derek ke Ditlantas Polda Metro Jaya. Namun saat ini, mobil tersebut diamankan di Polres Jaksel, setelah penyidik Jaksel mengetahui mobil tersebut terlibat kecelakaan.Polisi kemudian meminta keterangan dari MS. Kepada polisi, MS mengaku dirinya malam itu baru pulang dari Senayan dan minum minuman beralkohol.”Dugaan sementara (akibat) terpengaruh minuman beralkohol. Keterangan awal, dia memang mengaku habis minum minuman beralkohol di Senayan,” kata AKBP Fahri.Terkait hal ini, polisi telah melakukan tes urine terhadap MS. Namun polisi belum menerima hasil tes urine tersebut.”Untuk memastikannya kami lakukan tes urine. Sudah dites urine, masih kita tunggu hasilnya,” imbuh Fahri.

Pakai Pelat Palsu
Pada saat terjadi kecelakaan, Fahri menyebut, mobil tersebut tidak menggunakan pelat nomor B-27-AYR. Akan tetapi, pelat nomor lain yang merupakan identitas dari kendaraan Wrangler.”Pada saat itu dia menggunakan pelat nomor yang bukan untuk mobil itu, pengakuannya gunakan pelat nomor mobil lama, mobil Wrangler,” jelas Fahri.Namun, selanjutnya MS memperlihatkan STNK setelah dia datang memenuhi panggilan polisi pada Selasa (24/12) malam.”STNK-nya ada, sempat dia tunjukkin,” tuturnya.Mesti begitu, Fahri memastikan bahwa pelat nomor B-27-AYR adalah pelat nomor resmi Lamborghini tersebut. Lamborghini itu juga memiliki STNK yang sah.”Kalau STNK-nya dia ada, pelat nomornya juga betul B-27-AYR, sudah kita cek memang terdaftar,” kata Fahri. Motif Penodongan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengungkap motif penodongan yang dilakukan oleh Abdul Malik. Menurutnya, Abdul Malik memiliki senjata api tersebut untuk membela diri.”Ya untuk bela diri. Kalau itu emang diperuntukkan bela diri ya,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib.Menurut Andi, senjata api yang dimiliki Abdul Malik merupakan barang impor. Andi juga memastikan Abdul Malik mengantongi izin resmi senjata api tersebut.”Itu ada izin resminya,” katanya.Namun, untuk memastikan perizinan kepemilikan senjata api tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya.”Untuk lebih jelasnya, nanti kita akan bersurat juga ke Dirintelkam, menanyakan status tentang senjatanya itu ya,” ucapnya.( detikcom)