Mahasiswa Demo Tolak Dana Otsus Dialihkan

mahasiswa-demo* DPRA: Kami hanya Memperbaiki Sistem

Banda aceh – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Otsus (GMPO) berdemo di Gedung DPRA, Banda Aceh, Selasa (6/12). Mereka yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ini menolak pengalihan dana otsus dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi (Pemprov).Amatan Serambi kemarin, mahasiswa itu datang membawa sejumlah poster dan berorasi secara bergantian. (Baca pernyataan sikap mahasiswa). Usai orasi, mereka menyerahkan usulan mahasiswa terkait dana otsus kepada tiga anggota DPRA yang menemui mereka, yaitu Abdurahman Ahmad, Mariati, dan Sulaiman.

Namun sempat terjadi ketegangan antara anggota DPRA dengan mahasiswa, karena anggota DPRA tersebut menolak menandatangani surat menerima usulan mahasiswa.Koordinator Aksi, Hamdani mengatakan dana otsus harus dipertahankan pengelolaannya pada kabupaten/kota, agar mendorong percepatan pembangunan. Ia melanjutkan, jika dalam pelaksanaan dana otsus terdapat penyalahgunaan dan menjadi temuan, seharusnya temuan itu yang menjadi fokus penyelidikan. “Jika ada temuan di suatu daerah, seharusnya itu yang diproses,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sistem pembagian dana otsus yang selama ini ditranfer ke kabupaten/kota masih sangat minim. Pasalnya 60 persen untuk provinsi, 40 persen kabupaten/kota, seharusnya skema itu diubah agar lebih banyak dikelola Pemkab/Pemko dibanding Pemprov Aceh.Menanggapi demo mahasiswa, Anggota DPRA, Abdurahman Ahmad mengatakan, yang dilakukan DPRA saat ini memperbaiki sistem pelaksanaan dana otsus, karena selama ini dinilai banyak kekurangan dan kelemahan. Sedangkan dana otsus akan berakhir pada 2027. Tujuannya, agar ke depan dana otsus dimanfaatkan untuk proyek monumental yang masih memberi manfaat setelah era otsus. (SI.com)