Masalah pemadaman listrik, dewan pali minta pln pendopo harus aktif lakukan sosialisasi

PALI, Suryapost
Pemadaman listrik yang rencananya akan terjadi selama dua hari yaitu pada hari Rabu dan Kamis (7-8 Agustus 2019)diwilayah kabupaten PALI oleh pihak Perusahan Listrik Negara (PLN) Rayon Pendopo Areal Lahat sangat disayangkan oleh Ketua Komisi III DPRD PALI, Irwan, ST.

“Harusnya pihak PLN lebih aktif melakukan sosialisasi secara masif ke seluruh masyarakat kabupaten PALI. Misal bisa melalui pemberitahuan di media massa, media elektronik, media sosial, hingga pesan berantai,” ungkap ketua DPD Partai Golkar kabupaten PALI itu.

Bahkan, perusahaan plat merah dengan lambang petir itu harus melakukan sosialisasi dengan cara pengumuman lewat mobil keliling.

“Atau bisa juga surat selebaran pemberitahuan tersebut di tempel di toko-toko dan tempat-tempat umum. Hal itu karena tidak seluruh warga PALI aktif di media sosial, sehingga sangat efektif apabila dilakukan sosialisasi dengan berbagai cara,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa pemberitahuan terjadinya pemadaman listrik sangatlah penting karena, masyarakat bisa langsung mempersiapkan kebutuhannya yang berhubungan dengan listrik sebelum terjadinya pemadaman listrik.

“Kondisi terjadinya pemadaman listrik juga sangat merugikan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang menggunakan listrik, seperti warung fotocopy, warung internet, dan lainnya. Makanya, saya menegaskan agar pihak PLN juga mengantisipasi agar tidak terjadi pemadaman listrik lagi. Jika kurang daya, maka segera ditambahkan, jika adanya gangguan dari alam, maka segera diperbaiki,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial mengenai surat pemberitahuan terjadinya pemadaman listrik dengan nomor surat 0044/DIS.00.0/UPL.PDP/2019.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa terjadinya pemadaman listrik di wilayah kabupaten PALI, seperti kecamatan Talang Ubi, Penukal Utara, Penukal dan Kecamatan Abab sebagian pada hari Rabu dan Kamis (7 – 8 Agustus 2019) mulai pukul 08.00 WIB s.d 16.00 WIB.

Terjadinya pemadaman tersebut dikarenakan adanya pemeliharaan jaringan listrik di pembangkit Gunung Megang, dan pemampasan pohon yang meliputi penyulang Pluta dan Venus. (Asc)