Masih Tinggi Silpa Anggaran Kota Palembang Mencapai 96,45 persen.

photo :Palpres

Palembang, Surya Post

Pada acara rapat paripurna DPRD kota Palembang ke-1 masa persidangan I Membahas Pemandangan Umum,Fraksi-fraksi terhadap penyampaian  LKPJ akhir masa jabatan Walikota Palembang 2013-2018,bertempat di ruang sidang DPRD Kota Palembang.Pada sidang tersebut perwakilan dari Fraksi Gerindra,telah menyoroti.Masih tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang mencapai 96,45 persen.Untuk itu Dewan meminta agar serapan tahun anggaran mendatang hendaknya lebih baik lagi, supaya pada akhir tahuan anggran Silpa lebih kecil.Selain itu juga menurut Gantada, dari sisi kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih harus ditingkatkan, mengingat  dari sisi penyerapan anggaran sudah sangat baik, dan meningkat dari tahun kemarin dengan persentase kenaikan 90,22 persen.

Demikian juga diungkapkan M Aidil Adhari, perwakilan dari Fraksi PDI-P. “Serapan anggaran belanja sudah lebih baik. Sedangkan untuk silpa sudah 96,45 persen, harapannya di tahun depan silpa bisa lebih diperkecil lagi bahkan kalau bisa tidak ada silpa lagi,” ujarnya.Selain masalah persampahan, kurang tegasnya Satuan Satpol PP terkait kesemrawutan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih berjualan di trotoar sehingga mengganggu para pejalan kaki dan meninmbulkan kemacetan, dan masalah lainnya.Masih ada PR yang masih harus dikerjakan oleh OPD terkait selain yang disebutkan diatas, terutama Selain itu juga dikatakannya menyangkut  arus atau rekayasa jalan yang masih berubah-ubah khususnya di Jalan Radial sejak adanya Transmart yang menimbulkan kemacetan. Karena itu rekayasa jalan tersebut harus di mantapkan.

“Karena itu, kita menyetujui laporan LKPJ Walikota ini untuk dibahas di rapat Komisi nanti,” katanya.Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Fitrianti Agustinda, menanggapi imbauan dan saran yang disampaikan fraksi-fraksi dewan agar kinerja OPD di tingkatkan lagi terutama mengenai permasalahan sampah sampai saat ini masih menjadi persoalan.Fitrianti berharap peran serta dari masyarakat juga harus ada untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai dan di pinggir jalan.“Tugas berat kita yakni merubah pemikiran masyarakat, kesadaran masyarakat. Kita harapkan kerjasamanya juga dari masyarakat dengan terus menggalakkan gotong royong di hari minggunya,” jelas Fitri. (Sp-net)