Menhub Budi Karya Sampaikan Pengesahan Konvensi Internasional IMO

Jakarta,Surya Post

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berkesempatan menemui Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Kitack Lim jelang pemilihan Anggota Dewan IMO kategori C 2020-2021 serta pemilihan Auditor Eksternal IMO periode 2020-2023.Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, agenda utama pembahasan adalah penyampaian dokumen aksesi/pengesahan Konvensi Internasional IMO tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi dan Dinas Jaga bagi Awak Kapal Penangkap Ikan, 1995 (IMO International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel, 1995 (STCW-F). STCW-F 1995 mulai berlaku secara internasional pada 29 September 2012.

Turut juga dibahas dalam pertemuan dimaksud adalah peningkatan kompetensi bagi SDM Indonesia di bidang maritim.Turut hadir mendampingi Menhub, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Wakil ketua BPK, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia.Sebelumnya, Menhub juga menggalang dukungan bagi Indonesia untuk pemilihan Anggota Dewan Organisasi Maritim Internasioal (IMO) periode 2020-2021 di London, Inggris.Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melakukan pertemuan bilateral antara Menhub Budi Karya Sumadi dengan Menteri Infrastruktur Swedia Thomas Eneroth pada Selasa (26/11).

Pada pertemuan yang dilakukan di sela-sela jalannya Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) ke-31 yang digelar di Kantor Pusat IMO di London Inggris, Menhub secara khusus menyampaikan kepada pihak Swedia untuk mendukung Indonesia dalam pencalonan kembali menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C dan juga mendukung pencalonan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Indonesia menjadi ekxternal auditor IMO.“Dengan dukungan Swedia terhadap Indonesia, saya percaya dapat mempererat kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara,” jelas Menhub.Menhub mengatakan hubungan antarkedua negara sangat baik. Khusus di bidang transportasi, telah terjalin kerja sama sejak tahun 2016 dengan ditandatanganinya Letter of Intent on Transportation antara Kementerian Perhubungan Indonesia dengan Ministry of Enterprises and Inovation of Sweden.(Antara)