Panwaslu Muaraenim Klarifikasi Kasus Pemberian Sembako

Muaraenim,Surya Post

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Muaraenim, melakukan klarifikasi kepada para pihak terkait dugaan pemberian paket sembako, yang dilakukan oleh istri salah satu Calon Wakil Bupati Muaraenim TT peserta Pilkada Muaraenim, di Kantor Panwaslu Muaraenim, Senin (11/6/2018).“Jadi hari ini kita sudah menindak lanjuti pengaduan itu. Saat ini tahap pemeriksaan klarifikasi saksi saksi pelapor maupun saksi saksi dari terlapor,” jelas Ketua Panwaslu Kabupaten Muaraenim Suprayitno.Menurut Suprayitno, saat ini ada saksinya yang masih sakit, maka pihaknya akan melakukan jemput bola dahulu untuk melakukan klarifikasi dengan mendatangi ke kediaman saksi ke dua. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil saksi terlapor.

“Saksi terlapor sekitar jam 2 ini akan kita mintai keterangan klarifikasi terkait pemberian paket sembako itu,” jelas Prayitno.Menurutnya, setelah pihaknya selesai melakukan klarifikasi kepada para pihak, lalu pihaknya akan melakukan rapat pembahasan tahap pertama hasil klarifikasi tersebut untuk menyimpulkan hasil klarifikasi itu, yang akan didampingi dari pihak Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam sentra Gakumdu. Dan diperkirakan, setelah lebaran Idul Fitri, hasil klarifikasi itu sudah bisa disimpulkan hasilnya.”Klarifikasi ini menindak lanjuti laporan seorang warga yang didampingi Riasan Syahri SH MH, Penasehat Hukum (PH) pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muaraenim nomor urut satu (SBH) ke Panwaslu beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Menurut Kuasa Hukum SBH Riasan Sahri SH MH, bahwa kedatangannya ke Panwaslu Muaraenim, sebagai tindaklanjut dari dua pengaduannya ke Panwaslu Muaraenim tentang dugaan pembagian sembako.Terlepas apakah melanggar atau tidak, itu yang akan memutuskannya Panwaslu.”Tugas saya adalah hanya memempertanyakannya, apakah pembagian sembako tersebut masuk pelanggaran apa tidak, dan menimbulkan pertanyaan besar,” ujar Riasan Sementara itu, Kuasa Hukum terlapor Paslon nomor urut tiga Firmansyah SH MH, menjelaskan, sangat menyesalkan adanya laporan itu tanpa mendalami informasi yang sebenarnya dan terlalu terburu buru mengatakan dugaan bagi bagi sembako.

Dan pihaknya sudah melakukan klarifikasi atas laporan tersebut, supaya Panwaslu bisa mengkaji secara utuh atas laporan tersebut dan mendudukan permasalahannya secara objektif dan professional.”Harapan kami dengan selesainya permasalahan ini Panwaslu mendapatkan gambaran yang utuh inti duduk persoalan yang sebenarnya,” jelas Firmansyah.Dikatakan Firmansyah, sehari sebelum laporan ini, Pondok Pesantren milik suami TT, mendapatkan bantuan sembako untuk para santri dari CSR PT BA sebanyak 23 paket, berisi beras, susu, gandum, gula. Bantuan itu rutin diterima dalam setahun dua kali untuk dibagikan kepada para santri dan satu diantaranya jatah pimpinan pondok.

Sebelumnya, TT telah mendapat kabar bahwa DW (istri pelapor yang juga sepupu kandung dari suami TT), baru keluar dari RS Rabain Muaraenim terkena sakit jantung. Karena suami TT belum sempat membesuk, maka TT berinisiatif membesuk DW di kawasan Jalan Permai (Tanksi) Muaraenim untuk melihat kondisi kesehatan DW.“Waktu mau membesuk, rasanya tidak enak kalau tidak ada yang dibawa. Maka paket sembako tadi yang dibawa dan bisa dicek disitu tertulis beras Bukit Asam,” jelas Firman.Kemudian, lanjut Firman, DW diantar oleh Indra (sopir suami TT) sampai dirumah DW sempat berpesan dengan Zul yang waktu itu katanya mau keluar. Kemudian TT masuk menemui DW, sempat ngobrol dan kondisinya sudah membaik.

Lalu paket sembako tadi diberikan yang disaksikan oleh Indra dan diterima oleh DW. Dan selama besuk hanya berbincang seputar obrolan masalah keluarga dan sama sekali tidak bicara soal Pilkada.Kemudian TT pamit pulang, namun DW sempat bertanya apakah sembako yang diberikan ini ikhlas untuk kami, lalu dijawab ikhlas, kalau tidak ikhlas untuk apa kami kesini. Setelah mendapat jawaban tersebut DW meminta maaf sebab tidak bisa memilih tetapi cuma bisa bantu doa. Dan dijawabnya tidak apa-apa doakan saja supaya lancar dan aman.“TT tahu kalau Kakak Zul suami DW itu Timsesnya SBH, apalagi didepan rumahnya jelas ada Baleho besar. Tetapi Sekali lagi ini murni faktor keluarga, dan ini bukan sekali saja, tetapi sering dilakukan,” jelas firman.(Sripoku)