Peduli Lingkungan, Mahasiswa UNSRI Kembangkan Mobil Tenaga Listrik

Palembang, Surya Post.

lima remaja mahasiswa jurusan tehnik elektro universitas sriwijaya (Unsri) berupaya mengembangkan mobil bertenaga listrik.

Pembuatan Mobil bertenaga listri tersebut, selain melanjutkan penelitian dari tugas kuliah, juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang kian tercemar oleh polusi udara.

kelima remaja tersebut  yakni, Fadhil Syahab (23), Hamzah (22), Yandra (22), Solihul Fadli (22), Agung dan Purnomo (21). Serta satu mentor mereka yakni Teguh (25) yang mengkordinir mereka berlima dalam pembuatan mobil listrik tersebut.

Selama dua bulan, Fadhil dan teman-temannya mengembangkan riset mereka di bengkel tempat mereka sering nongkrong jika usai kuliah, tepatnya di bengkel pelatihan System Microino di Jln mayor santoso dekat stadion kamboja.

Dikatakan Fadhil, jika pembuatan mobil ber energi listrik  tersebut berawal saat mereka mengerjakan tugas akhir kuliah, karena tugas akhir kampus sudah selesai sekitar dua bulan yang lalu. Akhirnya mereka berencana untuk melanjutkan penelitian mereka.

“Idenya kami berlima, saat itu tugas akhir sudah selesai. Dan akhirnya kami kompak untuk membuat penelitian tugas kami sebagai bentuk dari hasil kami selama kuliah” ujarnya.

pembuatan tersebut mereka awali dengan memasang kerangka,menghitung estimasi dan perputaran motor, lalu dilanjutkan dengan menghitung berat dan jumlah batere yang digunakan. Saat ini, mobil listrik yang mereka buat sudah bisa dikendarai namun masih berkapasitas satu penumpang. Tipe mobil yang mereka buat menyerupai mobil matic. Rencananya, mereka akan menambahkan body mobil tersebut menyerupai mobil gocart atau mobil balap mini.

Disinggung tentang masalah udara di palembang yang semakin buruk, serta meningkatnya jumlah kendaraan yang mengakibatkan polusi berkepanjangan, Fadhil mengatakan jika mereka juga ingin ikut terlibat dalam menjaga lingkungan bebas dari polusi, sehingga ia dan teman-temannya semakin bersemangat untuk melanjutkan proses pembuatan mobil listrik yang ramah lingkungan tersebut.

“Kita juga ingin ambil andil dalam menjaga kebersihan kota dengan cara membuat mobil ramah lingkungan. Dan kami juga berharap riset kami dapat dikembangkan lagi oleh seluruh mahasiswa yang ada dipalembang” tutur Fadhil.

Masih dikatakan fadhil, mobil listrik mereka yang sekarang sudah mencapai tahap 60 persen ini sedikit terhambat, lantaran dana yang mereka butuhkan masih kurang, karena modal awal dalam pembuatan tersebut mereka garap dengan cara patungan. Sebelumnya, Fadhil dan teman-temannya sempat mengajukan proposal ke kampus mereka, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengembangkan riset mereka dari biaya kantong mereka sendiri.

“Dana yang kami habiskan untuk pembuatan mobil listrik tersebut, hingga kini sudah mencapai Rp 9.000.000 dan semua itu hasil dari kami patungan, dan kami sangat berharap jika riset kami ini bisa di apresiasi dan dapat perhatian oleh  pemerintah” ungkap fadhil. (jn/net)




Tinggalkan Balasan