Pembangunan Jembatan Dusun Alun Dua Pagaralam Terbengkalai

Photo : Sripoku

Pagaralam,Surya Post

Dampak dari pembangunan sebuah jembatan di jalan lingkar timur  Dusun Alun Dua Kelurahan Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara,nampaknya bagunan jembatan tersebut sudah lama terbengkalai dan ini semakin buruk.Sehingga warga setempat meresa dirugikan dengan adanya tidak selesai bangunan jembatan tersebut, terutama pada pengguna jalan dan jembatan tersebut khawatir akan dampak negatif seperti kecelakaan akibat pengerjaan tersebut.Menjadi keluhan bagi masyarakat setempat adanya pembangunan jembatan dijalan Lingkar Timur Kota Pagaralam, sampai saat ini belum juga dilanjutkan sehingga kondisi ini membuat sejumlah masyarakat Pagaralam merasa dirugikan terutama para petani dikawasan tersebut.

Dimana atas keluhan masyarakat bila mana pada saat hujan datang, tidak sedikit pula aktvitas warga yang hendak pergi perkebunan jadi terhambat karena licinnya kondisi jalan alternatif yang ada.Bahkan saat ini kondisi jalan dikawasan tersebut jadi terbengkalai karena tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.Sementara itu menurut Pantauan wartawan setempat  Kamis (9/7/2019),dimana  selama ini jalan tersebut bisa dilintasi kendaraan, karena akibat dari pengerjaan tersebut saat ini jalan tidak bisa dilewati.Hal ini diungkapkan se-orang warga setempat Nasut (48), bahwa saat ini jalan aspal yang menghubungkan Desa Alun Dua dengan Kelurahan Besemah Serasan sudah terbengkalai. Pasalnya tidak ada lagi kendaraan yang melintas.

“Sejak pembangunan Jembatan Lingkar Timur ini tidak dilanjutkan jalan ini sudah nyaris tidak terpakai lagi atau terbengkalai. Hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintas sedangkan kendaraan roda empat sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.Dulunya jalan ini selain sebagai jalan lintas, juga digunakan masyarakat sebagai akses untuk mengangkut hasil pertanian karena memang banyak kebun warga yang dilintas jalan tersebut.”Sekarang warga terpaksa harus memutar jauh agar bisa mengangkut hasil panen. Jika tidak ingin jauh warga terpaksa harus menggunakan motor,” katanya.

Senada dikatakan Rendi (32) warga Besemah Serasan. Selian jalannya mulai sempit kondisi dikawasan itu juga sangat sepi. Hal ini karena sudah tidak ada lagi lalulalang kendaraan.”Kami berharap pemerintah dapat segera melanjutkan pembangunan jembatan tersebut agar jalan ini kembali bisa digunakan. Kami juga bisa kembali berusaha karena objek wisata Tebat Gheban bisa ramai lagi,” harapnya.(Red-Net)