Pembuangan Sisa Pemakayan Medis Mengganggu Warga Setempat

Photo Sripoku

Martapura,Surya Post

Akibat yang dilakukan oleh oknum dari dinas Kesehatan setempat,yang membuang  sisa pemakayan peralatan  medis sebarangan di pniggi jalan tepatnya halte Gumawang Kecamatan Belitang .Dengan adanya tumpukan sampah bekas alat-alat medis,sehingga membuat warga setempat merasa terancam kesehatan mereka serta membahaya pihak lain.Menurut pengemat wartawan di daerah,bahwa Tumpukan sampah sisa peralatan medis, antara lain seperti botol bekas obat, serta jarum suntik yang dibuang di samping halte bus yang berada di Jalan Raya Gumawang Kecamatan Belitang.

Bahkan sampah-sampah medis tersebut tentu saja sangat membahayakan masyarakat mengingat terkadang pemulung memanfaatkan sampah tersebut dan bisa saja menjualnya kembali yang kemungkinan mengandung penyakit atau virus yang berbahaya.”Pemulung biasanya sering mengambil plastik dan sampah-sampah yang bisa dijual. Jika sampah medis seperti jarum suntik diambil dan dibuang atau dimainkan oleh anak-anak pemulung tentu saja berbahaya dan bisa menimbulkan penyakit menular,” Hal ini diungkap Serli (23) warga Gumawang saat dihubungi wartawan .

Selain itu juga dikatakan Serli mengaku tidak mengetahui siapa yang membuang sampah sisa pemakaian peralatan medis tersebut secara sembarangan. Namun dirinya mengaku sangat menyesalkan tindakan pihak yang membuang sampah tersebut karena besar kemungkinan yang membuang sampah medis sebanyak itu adalah klinik, puskesmas atau rumah sakit.”Tidak mungkin warung kelontongan memiliki sampah medis jarum suntik dan obat-obatan. Pastinya klinik yang memiliki pasien atau rumah sakit,” katanya.

Sedangkan Hamid warga lainnya berharap agar pihak terkait segera melakukan investasi terkait adanya sampah medis yang dibuang sembarangan tersebut. Karena sesuai prosedur kata dia, sampah medis tidak boleh dibuang sembarangan dan harus dimusnahkan agar tidak membahayakan masyarakat.”Jika sampah medis dibuang sembarangan seperti itu. Dan yang mengambilnya tertular penyakit menular. Atau anak-anak mengambilnya untuk bermain siapa yang akan bertanggungjawab. Yang membuang sampah tidak cerdas dan tidak memahami akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.(Sp-net)