pemilik bakso sukat Tunggu itikad baik penyebar isu hoax bakso daging babi

PALI, Suryapost
Sempat viral dimedia sosial (medsos) karena isu bakso menggunakan daging babi, hari ini Selasa (15/10/19). Subai Pemilik warung bakso Sukat depan terminal pendopo dan Sularto pemilik bakso sukat cabang simpang Pahlawan Kelurahan Talang Ubi Selatan kabupaten PALI. Memberikan klarifikasi dan meminta penyebar isu hoax soal baksonya yang mengandung daging babi untuk meminta maaf dan segera melakukan perbaikan nama baik bakso Sukat yang ada di Pendopo, kecamatan Talang Ubi, kabupaten PALI.

“Tahu kabar hoax itu Minggu pagi. Meski kami belum tahu kepastian siapa penyebar hoax kepada kami, namun kami meminta agar penyebar hoax tersebut meminta maaf kepada kami, karena sampai saat ini, belum ada permintaan maaf dari penyebar hoax itu,” ungkap Subai saat dibincangi media ini, Selasa (15/10/19) di warung Bakso Sukat yang berada di Bilangan Ampera, kelurahan Talang Ubi Barat, tepatnya di depan terminal Talang Ubi.

Lebih lanjut, Subai juga kembali menegaskan bahwa pihaknya siap untuk diperiksa, mulai dari proses pembuatan bakso, mi kuning, dan lainnya.
“Untuk daging sapi sendiri kami beli di Prabumulih, tempatnya jelas dan memiliki izin dinkes setempat dan sudah memiliki SIUP dan SITU. Kami siap mendatangkan agen daging sapi langganan kami jika dibutuhkan. Sementara, penggilingan kami lakukan di penggilingan daging sapi di Terminal Kecamatan Talang Ubi. Mereka siap jadi saksi,” tambahnya seraya menunjukkan surat menyurat izin usaha serta izin dinkes PALI terhadap usahanya dan usaha agen daging sapi langganannya.

Dirinya menjelaskan bahwa mereka hanyalah perantau yang mencari nafkah di Pendopo, kecamatan Talang Ubi.
“Kami berjualan apa adanya mas, tolonglah jangan sebar berita bohong dan memfitnah kami dengan fitnah yang begitu keji. Kami hanya ingin damai saja disini dalam mencari nafkah dan tolong bersihkan nama baik kami. Kalau untuk melapor ke pihak berwajib, belum terpikir mas,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Sularto pemilik warung bakso Sukat yang berada di Pahlawan, kelurahan Talang Ubi Selatan, menjelaskan bahwa warung baksonya tutup hingga 20 hari lebih lantaran Ia ditelpon oleh keluarganya di Jawa bahwa ibunya terkena stroke.
“Pagi itu (27/9/19) kami sudah membeli bahan-bahan untuk membuat bakso seperti biasa, namun saya dapat telpon dari keluarga di Jawa, mengatakan bahwa ibu saya sakit. Karena saya dan pegawai saya di warung Bakso Sukat Pahlawan masih saudaraan, makanya semuanya pulang. Kemudian, setelah ibu saya sudah membaik, saya menunda pulang karena ada keluarga yang mau nikahan, jadi kami putuskan untuk menunda pulang ke PALI,” beber Sularto.

Kemudian, pihaknya mendapat kabar difitnah menggunakan daging babi. “Mendapat kabar itu, kami memutuskan untuk langsung pulang setelah hajatan nikahan keluarga yang digelar belum lama ini. Kami pun baru sampai di PALI Senin malam (14/10/19). Kami harap, masyarakat tidak percaya dengan isu hoax tersebut. Kami 100% menggunakan daging sapi dan siap dicek,” tutupnya. (Asc)