Pemimpin Harus Mampu Membangun Hubungan Dengan Orang-Orang Yang Dipimpinnya.

Pemimpin Harus Mampu Membangun Hubungan Dengan Orang-Orang Yang Dipimpinnya.

Palembang,Surya Post

Seorang pemimpin terutama yang ada didaerah-daerah,yang dipercayakan oleh pemerinta Pusat untuk menjalankan roda ekonomi didaerahnya.Terutama untuk mengelola sumber daya lokal yang dimiliki,supaya membuat masyarakatnya menjadi lebih sejahtera. Sehingga pimpinan kepala daerah tersebut dapat membangun daerah yang mereka pipin,sehingga rakyatnya menjadi lebih maju dan sejahterah. Dengan tanggung jawab yang mereka pikul,sebagai  pemimpin itulah ditentukan bagaimana masa depan masyarakatnya ada di pundak pemimpin itu sendiri. “Memimpin hakikatnya seni dan ilmu mempengaruhi orang lain sehingga timbul kemauan, respek, kepatuhan dan kepercayaan dalam mencapai kemajuan bersama,” Hal ini diungkapkan seorang calon Walikota Palembang, H Mularis Djahri SH pada wartawan.

Selain itu juga Mularis kemukakan,Pemimpin juga harus mampu membangun hubungan dengan orang-orang yang dipimpinnya. “Ada orang-orang tertentu yang dilahirkan dengan bakat sebagai pemimpin (leaders are born), namun sebagian besar pemimpin diciptakan (leaders are made) melalui suatu proses, tumbuh dan berkembang dari bawah, ditempa oleh berbagai pengalaman, ketekunan dan kerja keras serta tidak berhenti belajar sepanjang hidupnya,” tegasnya. Dalam hal ini bagi pemimpin supaya dapat  memimpin dan,menggunakan tipe dan gaya kepemimpinan yang demokratis (mengutamakan partisipasi dari yang dipimpin), paternalistik (kebapak-bapakan), birokratis (berdasarkan aturan), bebas (laissez-faire), autokratis/ otoriter (menggunakan kekuasaan mutlak), atau gabungan dari beberapa tipe kepemimpinan tersebut.

“Terkadang tipe kepemimpinan tersebut digunakan secara situasional untuk mencapai suatu tujuan dalam jangka waktu tertentu. Seorang komandan pasukan militer menggunakan kepemimpinan otoriter terhadap prajuritnya untuk memenangkan suatu pertempuran atau menghadapi ancaman musuh. Kepemimpinan otoriter efektif digunakan untuk mengatasi situasi darurat yang memerlukan penanganan segera,” ujarnya.Dalam hal ini komenter Seorang balon Walikota Palembang,bahwa kepala daerah cenderung memakai kepemimpinan demokratis dengan cara musyawarah terhadap masyarakatnya untuk membangun daerah secara gotong royong. Seorang pemimpin agama menggunakan kepemimpinan paternalistik dalam membimbing umatnya. Seorang kepala kantor menggunakan kepemimpinan birokratis terhadap pada karyawannya. Apa pun tipe dan gaya kepemimpinan yang digunakan, semuanya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.

Dan dalam pencalonan dirinya di Pilkada Kota Palembang 2018 mendatang, H Mularis Djahri SH memilih gaya kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership).”Servant leadership dikenal sebagai model kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengatasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh suatu masyarakat atau bangsa. Para pemimpin-pelayan (Servant Leader) mempunyai kecenderungan lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi orang-orang yang dipimpinnya di atas dirinya.

Orientasinya adalah untuk melayani, cara pandangnya holistik dan beroperasi dengan standar moral spiritual,” ungkapnya.Kepemimpinan yang melayani memiliki kelebihan karena hubungannya berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual. “Pemimpin-pelayan mempunyai tanggung jawab untuk melayani kepentingan masyarakatnya agar mereka menjadi lebih sejahtera, sebaliknya masyarakatnya memiliki komitmen penuh dalam bekerja untuk mencapai tujuan, baru masyarakatnya cerdas sejahtera, maju kotanya,” pungkasnya.Sp-Net)