Penertiban Parkir Online,Menimbul Protes  Gelar Aksi Demo

Palembang,Surya Post

Untuk menertikan pada daerah arial Parkir dalam kota Palembang,Dinas Perhungan kota Palembang telah memperlakukan sistim perkiran kenderaan rusa empat dengan sistim perkir berbaris android.Namun penerapan sistim perkir tersebut nampaknya belum berjalan sebagai mana diharapkan.Hal ini terbukti ketika kenderaan online parkir diterapkan yang diterapkan oleh petugas terhadap online,namun oleh jukir diancam dan diintimidasi sehingga pihak PT Tekno Optima Perkasa menarik petugasnnya demi keselamatan. Sementara itu Senin 17/7/2017 sejumlah juru parkir yang biasa mangkal di kawasan Gaya Baru,telah melakukan unjuk rasa terkait kebijakan Pemerintah tersebut. Para pengunjuk rasa memprotes adanya kebijakan parkir online yang mereka nilai merugikan mereka.

Dari pantau di lapangan nampaknya di daerah kawasan pertokoan Gaya Baru Pembang,suasana jukir telah  bersiap melakukan aksi memprotes parkir online.Sementara itu menurut keterangan yang dikatakan oleh Direktur Utama PT Tekno Optima Perkasa, Muhammad Adriansyah, diberhentikannya aktivitas parkir online lebih disebabkan keselamatan para jukir yang berada di lapangan.Oleh karena itu, pihaknya sementara waktu memberhentikan aktivitas di lapangan. Keputusan menstop operasional parkir online dinilainya langkah yang tepat untuk saat ini. mengingat keselamatan karyawan mereka yang ada di lapangan terancam.”Demi keselamatan ya,  jangan sampai ada ribut di lapangan,” katanya.Pihaknya juga bingung, kenapa ada intimidasi semacam itu. padahal pihaknya hanya membantu pemerintah kota Palembang untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor parkir.

“Jelang Asian Games di Palembang parkir kita benahi dengan seragam baru dan peralatan yang modern, ini demi kebaikan kota Palembang tetapi kita menemui masalah di lapangan. Semoga bapak Walikota punya solusi nantinya,” katanya.Juga pengakuan Adriansyah bahwa adanya intimidasi saat dilakukan launching,beberapa oknum tak suka adanya aktivitas parkir online. Tapi karena banyak petugas yang berjaga membuat suasana kondusif.Namun hari kedua sampai hari keempat beroperasi satu persatu Jukir mengadu kepada pihaknya mengaku diintimidasi oleh oknum preman.”Diancam cuka para sampai ada yang mengaku mau dikapak,” katanya.Namun dari Dinas Perhubungan Kota Palembang mulai melakukan penertiban lahan parkir, untuk menerapkan parkir berbasis android.Namun Penertiban parkir tersebut baru dilakukan di tiga titik yakni di Jl Kolonel Atmo, Letkol Iskandar dan Rustam Effendi.

“kami akan menyampaikan hal ini dengan bapak Walikota Palembang Harnojoyo, karena parkir online ini merupakan program pemkot,” katanya, Minggu (16/7/2017) saat dikonfirmasi. Kabid Kabid Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Palembang, Martha Edison, usai penertiban, mengatakan, dipilihnya tiga lokasi ini karena dinilai mendesak karena terjadi permasalahan banyaknya aksi premanisme.Penertiban ini juga dilakukan untuk penerapan tarif parkir onlinedi kawasan tersebut.”Kami sudah melakukan pelatihan kepada jukir untuk menerapkan parkir online ini. Para jukir ini juga akan difasilitasi dengan alat pembayaran dan android,” ujarnya.Sementara itu, untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui parkir, pihaknnya menggandeng PT Tekno Optima Perkasa untuk menjelaskan sistem parkir online yang akan diterapkan di 34 titik, khususnya kawasan Atmo, pusat perbelanjaan Dika, dan sepanjang Jl Letkol Iskandar.

Penerapan parkir online ini dikhususkan pada parkir di bahu jalan, baru akan ditetapkan di kawasan Kol Atmo mulai dari Bank Sumsel Babel hingga kawasan Letkol Iskandar.”Sistem parkir ini menggunakan sistem android sehingga semua data bisa diakses untuk mengurangi kebocoran. Nomor kendaraan akan tercatat jelas, begitu juga dengan waktu parkir dan tarif parkir,” ujarnya.Dengan penerapan sistem ini, pihaknya menagetkan PAD sebesar Rp 10 miliar.”Tapi untuk pelaksanaannya belum bisa dipastikan, karena ini kan baru pemaparan saja. Masih akan ditinjau oleh walikotabagaimana bentuk kerja sama dan sebagainnya,” ujarnya.Untuk tarif parkir, pihaknya akan memberlakukan tarif progresif dengan biaya per jam sesuai dengan aturan pemerintah Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 2.000 untuk kendaraaan roda empat.”Maksimal biaya parkir untuk kendaraan roda dua Rp 5.000 dan kendaraan roda empat Rp 10 ribu,” ujarnya. (SP-net)