Pengedar BBM Iligal Sulingan Sungiangit Diamankan Polres Muaraenim

Foto Sripoku

Muaraenim,Surya Post

Jajaran Polres Kabupaten Muara Enim telah mengamankan seorang pelaku bernama Herto (40), warga Desa Baru Jaya, Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin, tertangkap tangan memasok Bensin Sungai Angit dengan menggunakan mobil Daihatsu Terios Hitam BG 1395 IJ di wilayah Kabupaten Muaraenim.Hal ini diungkapkan Kapolres Muaraenim AKBP Afner didampingi Kasatreskrim AKP Willian Harbensyah, saat ini, tersangka bersama barang buktinya yakni satu unit mobil Daihatsu Terios Hitam BG 1395 IJ, satu lembar STNK BG 1395 IJ atas nama Desnin Admaja, bersama 42 dirigen ukuran 35 liter dan 1.400 liter BBM (Bensin Sulingan).”BBM itu kalau dibiarkan beredar bisa merusak kendaraan yang menggunakannya,”

Tersangka diamankan polisi saat berada di Jalan Poros Tanjungenim – Baturaja, Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Rabu (25/4/2018).Dikatakan oleh Kapolres berhasilnya mengamankan pelaku pengedar BBM Jenis Binzin ilegal hasil pelnyulingan dari Desa Sengai Angit Muba,bersadarkan dari informasi masyarakat yang berhasil dihimpun di lapangan, bahwa ada sebuah mobil yang gerak geriknya mencurigakan karena sering terlihat membawa penuh dirigen di dalam mobilnya yang diduga menjual BBM ilegal.

Dari informasi tersebut jelas Kapolres AKBP Afner petugas langsung melakukan pengintaian, dari pemantauan tersebut didapat sebuah mobil Terios Hitam yang sering lalu lalang dan membawa BBM yang diduga ilegal didalam mobil tersebut.Kemudian anggota bergerak dan di Jalan Poros Tanjungenim – Baturaja tepatnya Desa Darmo, namun ketika didekati mobilnya langsung tancap gas.

Melihat hal tersebut anggota langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankannya.Kemudian dilakukan pengecekan, ternyata benar mobil tersebut membawa 42 dirigen ukuran 35 liter yang berisi BBM ilegal yang diduga dari Sungai Angit, Muba.Pelaku langsung  digiring bersama barang buktinya ke Mapolres Muaraenim.Pada kesempatan tersebut pelaku mengaku Kepada petugas ia dapat membeli bensin tersebut dari warga seharga Rp 910.000 per drum. Kemudian dijualnya kembali seg-harga Ro 1.050.000. Bisnis bensin hasil sulingan tradisional ini baru dilakukannya.(Sp-net)