Pertanyakan Status Hubungan, Justru Dipukuli Adik Ipar

Ilustrasi

Lampung,Surya Post

perbuatan tidak menyenangkan dialami Yuspik (26), warga Pekon Padangcahya, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat (Lambar). Dia mengaku telah mendapat pengeroyokan dari keluarga sang istri.Kemarin (13/7), Yuspik bersama rekannya menyambangi kantor Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lambar hendak menanyakan perihal laporannya pada hari pengeroyokan terjadi. Yuspik menceritakan, pengeroyokan terhadap dirinya bermula ketika ia mendatangi kediaman mertuanya hendak menanyakan perihal status dirinya dengan sang istri, sekitar jam 16.30 Jumat, 16 Juni lalu.’’Istri saya pergi meninggalkan rumah dan pulang ke rumah orang tuanya sudah hampir satu bulan sebelum kejadian. Selama istri saya pergi, orang tua kandung saya meninggal dunia, istri serta keluarga istri saya tidak satupun yang datang menyampaikan belasungkawa,” bebernya.

Atas prihal tersebut, Yuspi meminta sang mertua menceraikan dirinya dengan sang istri jika memang hubungan keduanya tidak bisa diperbaiki lagi. Namun, sang mertua menolak, lalu menyuruh anaknya LI memanggil kedua pamannya, IM dan IP dan langsung memukulinya.’’Saya dipukul IP sampai saya terjatuh dan langsung dipukul oleh IM dan dikeroyok. Itu mengakibatkan bibir kiri bagian atas saya pecah dan pipi kiri memar. Setelah keluar rumah ternyata sudah ada juga adik iparnya yang lain, yakni SP yang juga langsung menendang saya hingga terjatuh. Untung saja ada warga yang menghalangi dan membawa saya keluar,” jelas Yuspik.

Merasa tidak terima perlakuan saudara iparnya, Yuspik melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Lambar di hari yang sama. Yuspik berharap kedua pelaku dapat diproses secara hukum dan mendapat ganjaran setimpal. ’’Saya tidak meminta denda apapun, karena yang saya inginkan mereka diadili,” harap Yuspi.Sementara, Kasat Reskrim Polres Lambar AKP Firmansyah, saat hendak dikonfirmasi wartawan koran ini sedang tidak ada di kantor tempat ia bekerja. (Radarlampung)