Polisi Prancis Selidiki Hilangnya Bos Interpol

Paris,Surya Post

Polisi Prancis tengah menyelidiki hilangnya kepada Interpol, Meng Hongwei, setelah melakukan perjalanan dari Prancis ke negara asalnya China. Pihak kepolisian Prancis juga telah menempatkan istri Meng di bawah perlindungan setelah adanya ancaman. Hal itu diungkapkan Kementerian Dalam Negeri Prancis.Kementerian Dalam Negeri Prancis mengungkapkan istri Meng menghubungi polisi di Lyon setelah tidak mendengar kabar dari suaminya sejak 25 September. Ia juga telah menerima ancaman melalui telepon dan di media sosial.Seseorang yang mengetahui penyelidikan tersebut mengatakan bahwa asumsi awal penyidik adalah Meng telah menentang pemerintah China dengan cara tertentu dan telah ditahan sebagai akibatnya.

“Prancis bingung tentang situasi Presiden Interpol dan prihatin tentang ancaman yang dibuat untuk istrinya,” kata Kementerian Dalam Negeri Prancis seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/10/2018).Menurut sumber polisi, istri Meng yang tetap tinggal di Lyon bersama anak-anaknya mendapatkan perlindungan. “Tukar menukar informasi dengan otoritas China tetap berlanjut,” sumber tersebut menambahkan.Belum diketahui dengan jelas mengapa Meng melakukan perjalanan ke China. Pria berusia 64 tahun itu terpilih sebagai Kepala Interpol dua tahun lalu.Polisi Prancis sedang menyelidiki apa yang secara resmi diistilahkan sebagai “hilang yang mengkhawatirkan”.

Ada beberapa kasus dalam beberapa tahun terakhir pejabat senior Cina menghilang tanpa penjelasan. Namun dalam beberapa minggu atau bulan kemudian pemerintah China mengumumkan mereka telah diselidiki, seringkali karena dugaan korupsi.Interpol sendir mengatakan bahwa mereka telah mengetahui laporan tentang dugaan Meng menghilang.”Ini adalah masalah bagi otoritas terkait di Prancis dan China,” kata badan itu dalam sebuah pernyataan.Presiden Interpol diperbantukan dari administrasi nasional mereka dan tetap berada di pos asal mereka saat mewakili badan kepolisian internasional.

Sementara itu, media South China Morning Post Hong Kong mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan Meng telah diinterogasi segera setelah dia mendarat di China. Tetapi tidak dijelaskan mengapa Meng diinterogasi. Meng terdaftar di situs web Kementerian Keamanan Publik China sebagai wakil menteri, tetapi kehilangan kursinya di Komite Partai Komunis utamanya pada April, tulis South China Morning Post.Meng memiliki hampir 40 tahun pengalaman dalam peradilan pidana dan kepolisian. Ia telah mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan lembaga hukum, kontrol narkotika dan kontra-terorisme, menurut situs Interpol.

Staf interpol dapat membawa paspor khusus untuk membantu mempercepat penyebaran dalam situasi darurat. Namun paspor tersebut tidak akan memberi hak atau kekebalan khusus apa pun di negaranya.Ketika Meng terpilih sebagai presiden Interpol pada November 2016, kelompok hak asasi manusia menyatakan keprihatinan bahwa Beijing mungkin mencoba memanfaatkan posisinya untuk mengejar pembangkang di luar negeri. Beijing di masa lalu menekan negara-negara lain untuk menangkap dan mendeportasi warga China yang dituduh melakukan kejahatan, dari korupsi hingga terorisme.

Pada saat itu, Amnesty International menyebut pengangkatan Meng bertentangan dengan mandat Interpol untuk bekerja dalam semangat Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.Para diplomat mengatakan peran presiden Interpol sebagian besar bersifat seremonial, dengan pekerjaan sehari-hari yang dilakukan oleh sekjennya, Juergen Stock, dan stafnya.(Sindonews)